, Indonesia
1901 views

Aplikasi blu oleh Group BCA memperluas ekosistem digital melalui BaaS

Strategi tersebut telah berhasil meningkatkan transaksi dan membangun kepercayaan nasabah sebesar 53,4% sepanjang 2023.

Platform blu, sebuah unit dari Grup BCA, mengambil pendekatan unik dalam ranah perbankan digital. Berbeda dengan kebanyakan bank digital lainnya yang terobsesi dengan menarik nasabah dalam jumlah besar, aplikasi blu berfokus pada meningkatkan kepuasan nasabah dan menciptakan ekosistem digital melalui Banking as a Service (BaaS).

Sejak diluncurkan di Indonesia, aplikasi blu telah berhasil merebut pasar kunci untuk BaaS. Dalam wawancara dengan Asian Banking & Finance, Yoga Halim, yang mengepalai Corporate Planning di BCA Digital, mengakui bagaimana blu telah meningkatkan aksesibilitas dan mempromosikan inklusi keuangan bagi 1,7 juta nasabah.

"Dengan layanan yang ditingkatkan, penambahan berbagai fitur dan produk terbaru, serta ekspansi ekosistem digital dengan mitra, blu BCA berusaha untuk mendukung komunitas dan nasabah dalam mencapai  keuangan yang matang," kata Halim.

Keuangan yang matang

Dukungan aplikasi blu bagi nasabah dan komunitas untuk mencapai keuangan yang matang tercermin melalui komitmen untuk meningkatkan literasi keuangan dan inklusi.

"Blu telah mencatat pertumbuhan literasi melalui inisiatif kelas pendidikan bluAcademy, yang telah diikuti oleh lebih dari 3.500 peserta, di mana hampir 40% peserta mengatakan mereka telah memperoleh literasi keuangan yang diperlukan," kata Halim.

Inklusi keuangan juga mengalami peningkatan pada 2023, dengan frekuensi transaksi mencapai 73,7 juta kali per tahun hingga saat ini, dan volume transaksi mencapai  Rp181,9 triliun (US$11,64 miliar), tumbuh lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Peningkatan volume ini juga terlihat dari aktivitas transaksi yang meningkat, mulai dari peningkatan 215% dalam transaksi transfer, pertumbuhan lebih dari 367% dalam pembayaran menggunakan QRIS, dan pertumbuhan 282% dalam transaksi pengisian ulang uang elektronik," kata Halim.

Produk dan fitur terbaru

Semua pertumbuhan ini didukung oleh pengenalan berbagai produk dan fitur baru yang mendukung kebutuhan transaksi keuangan nasabah untuk mencapai keuangan yang matang. Ini termasuk peluncuran Kartu Debit blu untuk melengkapi kebutuhan transaksi pelanggan, dan bluInvest bekerja sama dengan mitra investasi terpercaya Moduit dan FUNDtastic.

"Ada juga fitur bluInsurance bekerja sama dengan BCA Life, di mana nasabah dapat membeli asuransi langsung melalui aplikasi blu," kata Halim kepada Asian Banking & Finance.

"Selanjutnya, ada bluBisnis untuk mendukung transaksi bisnis nasabah, aplikasi pinjaman melalui bluExtra Cash, pembayaran tagihan utilitas (listrik, air) ke BPJS dan pengisian ulang kartu flazz BCA langsung dari aplikasi blu," tambahnya.

Selain mendukung transaksi keuangan nasabah melalui produk dan fitur menarik, blu juga telah memperluas layanan ekosistem digital dan pembayaran dalam aplikasi untuk memfasilitasi nasabah dalam melakukan transaksi keuangan dari aplikasi mitra tanpa perlu keluar dari aplikasi.

Berbagai kemitraan

Dalam hal kemitraan, blu BCA telah meluncurkan blUnion dengan mitra dari berbagai sektor, mulai dari kebutuhan investasi emas hingga pendidikan.

Blu juga berkolaborasi dengan mitra pembayaran kredit kendaraan seperti BAF (Bussan Auto Finance), sehingga semua pembayaran dapat dengan mudah dilakukan dengan menghubungkan akun blu ke setiap aplikasi mitra.

Halim menunjukkan bahwa dengan berhasilnya pengembangan ekosistem digital melalui BaaS, bank akan dapat memberikan kemudahan bagi nasabah untuk bertransaksi tanpa harus beralih antara aplikasi yang berbeda, memperluas akses layanan keuangan, dan membuat biaya akuisisi nasabah lebih efisien.

"Ini tercermin dalam laba bersih yang dicapai oleh blu oleh BCA Digital pada 2023, mencapai Rp46,04 miliar (US$2,96 juta), pertumbuhan transaksi hingga kepercayaan pelanggan tercermin melalui pertumbuhan pelanggan sebesar 53,4%, atau saat ini sudah mencapai lebih dari 1,7 juta nasabah," kata Halim.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.