, APAC
834 views

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Klien wealth advisory semakin memprioritaskan keamanan finansial masa pensiun, biaya kesehatan, dan pengalihan kekayaan dibandingkan pemilihan produk investasi, seiring meningkatnya harapan hidup masyarakat di Asia, menurut Million Dollar Round Table (MDRT).

“Alih-alih bertanya produk apa yang harus dibeli, mereka ingin tahu berapa jumlah yang cukup untuk hidup yang lebih panjang, bagaimana mengelola risiko kesehatan dan usia lanjut, bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan dengan perlindungan, serta bagaimana mewariskan kekayaan dengan cara yang mencerminkan nilai-nilai mereka,” kata CEO Million Dollar Round Table, Stephen P. Stahr, kepada Asian Banking & Finance.

Ia mengatakan klien kini mengharapkan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh, mencakup perlindungan, masa pensiun, arus kas, perencanaan warisan, dan suksesi bisnis. Mereka juga menginginkan layanan yang lebih cepat serta akses ke penasihat yang lebih konsisten, terutama pada saat kondisi darurat.

“Orang-orang hidup lebih lama, yang berarti mereka membutuhkan aset yang dapat menopang gaya hidup yang diharapkan selama masa pensiun,” ujar Stahr dalam jawaban tertulis melalui email.

Ia mengatakan perusahaan-perusahaan advisory di seluruh Asia kini semakin mengukur kualitas nasihat dan layanan klien, alih-alih hanya berfokus pada volume penjualan. Ia menambahkan bahwa regulasi yang semakin ketat di kawasan ini turut mengubah praktik advisory.

“Seiring regulator di kawasan ini menaikkan standar terkait perilaku penasihat, keterbukaan informasi, dan kesesuaian produk, perusahaan-perusahaan terkemuka membangun tata kelola, pelatihan, dan pengawasan yang lebih kuat untuk menjaga kepercayaan klien dan menegakkan akuntabilitas,” kata Stahr.

Saluran distribusi juga telah berkembang melampaui penasihat tradisional, mencakup bank, perusahaan independen, hingga model digital hibrida.

Meski penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan perangkat digital semakin meluas, Stahr mengatakan klien tetap lebih memilih penasihat manusia untuk pengambilan keputusan keuangan.

Million Dollar Round Table, asosiasi global penasihat keuangan dan profesional asuransi, menemukan bahwa 63% konsumen Singapura lebih memilih berbicara dengan penasihat untuk mendapatkan rekomendasi perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan, berdasarkan survei yang dilakukan pada April 2025.

Survei tersebut menunjukkan bahwa 53% konsumen Singapura mengandalkan penasihat untuk informasi dan keputusan keuangan. Stahr mengatakan penasihat yang akan berhasil adalah mereka yang memadukan keahlian teknis dengan kemampuan komunikasi dan manajemen relasi yang kuat.

“Ini berarti memiliki fondasi perencanaan keuangan yang kokoh, pengetahuan yang komprehensif atas produk dan solusi di bidang perlindungan, masa pensiun, dan pengalihan kekayaan, serta kemampuan memberikan nasihat yang sesuai dengan regulasi,” ujarnya.

Million Dollar Round Table juga mengoperasikan ChatMDRT, asisten AI yang memberikan akses bagi para anggotanya ke berbagai sumber daya dalam lebih dari 150 bahasa.

Dengan AI, Superbank melihat lebih dari sekadar skor kredit

Bank ini memantau model kreditnya untuk mendeteksi bias dan menjaga kinerja.

BNI jajaki pemanfaatan jejaring bisnis untuk menilai debitur usaha kecil

Bank melihat AI berpotensi lebih berguna untuk memantau debitur ketimbang menyetujui kredit.

Stablecoin berpotensi memecah sistem pembayaran Asia semakin terkotak-kotak

Sebanyak 44% profesional keuangan berpotensi menggunakan mata uang digital dalam dua tahun ke depan.

Maybank hemat US$9,56 juta lewat perubahan kecil pada proses kerja

Bank mengatakan inisiatif tersebut telah menghemat 2,17 juta hari kerja.

Bank Hong Kong masih tertekan kerugian properti seiring turunnya nilai aset

Pinjaman pengembangan dan investasi properti turun 15% sejak akhir 2022.

Sektor keuangan Singapura pertimbangkan agen AI di tengah celah tata kelola

Kerangka kerja yang diusulkan mengatur kendali atas tindakan kecerdasan buatan (AI) secara real-time.

Bank-bank kian fokus ke pasar regional seiring persaingan yang makin ketat

Cuma ada empat bank dari 20 bank terbesar dunia yang masih berstatus "global universal bank" pada 2025.

AI tingkatkan risiko fraud perbankan seiring celah kontrol yang dihadapi Australia

AUSTRAC menemukan potensi pinjaman fiktif senilai ratusan juta dolar.

Bank-bank Jepang beralih ke stablecoin demi pertahankan simpanan nasabah

Megabank berencana lakukan transaksi mata uang digital bersama pada Maret 2027.