, APAC
1056 views
Christian Stolcke (Photo courtesy of Bank of America)

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

Manajer relasi (relationship managers) dan private banker kini mengemban peran advisory yang lebih luas, seiring klien mencari arahan terkait pergeseran jalur perdagangan, risiko geopolitik, dan pengelolaan likuiditas, ungkap seorang eksekutif Bank of America Corp. (BofA).

"Klien saat ini mengharapkan kami menghubungkan berbagai titik lintas produk, pasar, dan platform — memberikan wawasan yang berorientasi ke depan mengenai tren makro, valuta asing (FX), dan likuiditas, sekaligus membantu menerjemahkan kompleksitas menjadi strategi treasury yang dapat langsung ditindaklanjuti," ujar Christian Stolcke, Head of Financial Institutions and Governments di unit Global Payments Solutions BofA, kepada Asian Banking & Finance.

Ia menuturkan, fungsi treasury kini menjadi semakin sentral dalam pengambilan keputusan korporat, seiring klien mengutamakan ketahanan (resilience) di atas efisiensi semata dalam aktivitas perdagangan, investasi, dan pengelolaan likuiditas.

"Ketika treasury sendiri bertransformasi dari fungsi back office menjadi agenda strategis di level dewan direksi, relationship manager pun semakin sering berperan sebagai penasihat — mencakup ketahanan, efisiensi modal, hingga transformasi bisnis," tulisnya dalam jawaban tertulis melalui email.

Klien juga tengah menata ulang strategi pendanaan dan likuiditas mereka, seiring arus lintas batas yang kian bergeser ke jalur-jalur regional, bukan lagi jalur global semata, kata Stolcke.

"Klien semakin sering mendiversifikasi pihak lawan (counterparties) dan sumber pendanaan untuk mengurangi risiko konsentrasi," ujarnya. "Likuiditas kini disimpan lebih dekat dengan pasar domestik masing-masing."

Tren ini berjalan beriringan dengan perubahan regulasi terkait kecerdasan buatan (AI) dan aset digital — yang di satu sisi memperluas pilihan pembayaran, namun di sisi lain turut memperbesar fragmentasi di seluruh sistem keuangan.

BofA menyebut kliennya kini fokus pada manajemen treasury secara real-time, otomasi alur kerja, serta perangkat yang membantu mengelola likuiditas lintas mata uang.

Bank ini juga melihat peluang pertumbuhan pada pembayaran real-time, uang digital, digitalisasi perdagangan, dan pembiayaan rantai pasok. Menurut Stolcke, kawasan Asia-Pasifik tetap menjadi fokus utama seiring meningkatnya arus modal dan investasi regional.

Singapura berperan sebagai hub likuiditas dan treasury regional BofA, dan kini kian banyak dimanfaatkan klien sebagai basis aktivitas manajemen kas dan risiko, tegasnya.

"Bagi kami, Singapura bukan sekadar booking center," ujar Stolcke. "Singapura adalah platform strategis untuk pertumbuhan, inovasi, dan keterlibatan klien di seluruh Asia-Pasifik."

Ia menambahkan, periode ketidakpastian justru meningkatkan daya tarik Singapura — klien menyimpan lebih banyak dana di negara-kota ini sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko mereka.

Stolcke menyebut BofA telah menghadirkan perangkat pembayaran berbasis AI seperti CashPro dan i-Receivables untuk meningkatkan efisiensi pembayaran domestik maupun lintas batas.

Follow the link for more news on

BNI jajaki pemanfaatan jejaring bisnis untuk menilai debitur usaha kecil

Bank melihat AI berpotensi lebih berguna untuk memantau debitur ketimbang menyetujui kredit.

Stablecoin berpotensi memecah sistem pembayaran Asia semakin terkotak-kotak

Sebanyak 44% profesional keuangan berpotensi menggunakan mata uang digital dalam dua tahun ke depan.

Maybank hemat US$9,56 juta lewat perubahan kecil pada proses kerja

Bank mengatakan inisiatif tersebut telah menghemat 2,17 juta hari kerja.

Bank Hong Kong masih tertekan kerugian properti seiring turunnya nilai aset

Pinjaman pengembangan dan investasi properti turun 15% sejak akhir 2022.

Sektor keuangan Singapura pertimbangkan agen AI di tengah celah tata kelola

Kerangka kerja yang diusulkan mengatur kendali atas tindakan kecerdasan buatan (AI) secara real-time.

Bank-bank kian fokus ke pasar regional seiring persaingan yang makin ketat

Cuma ada empat bank dari 20 bank terbesar dunia yang masih berstatus "global universal bank" pada 2025.

AI tingkatkan risiko fraud perbankan seiring celah kontrol yang dihadapi Australia

AUSTRAC menemukan potensi pinjaman fiktif senilai ratusan juta dolar.

Bank-bank Jepang beralih ke stablecoin demi pertahankan simpanan nasabah

Megabank berencana lakukan transaksi mata uang digital bersama pada Maret 2027.

UOB Hong Kong padukan layanan demi menangkan bisnis lintas negara

Bank ini bersiap mengejar pertumbuhan private banking yang lebih kuat menjelang 2030.