, Hong Kong
749 views
UOB Hong Kong CEO George Tung

UOB Hong Kong padukan layanan demi menangkan bisnis lintas negara

Bank ini bersiap mengejar pertumbuhan private banking yang lebih kuat menjelang 2030.

United Overseas Bank Ltd. Hong Kong Branch (UOB Hong Kong) memadukan layanan wholesale, private banking, treasury, investment banking, dan advisory-nya seiring bank ini membidik perusahaan-perusahaan yang tengah berekspansi ke Tiongkok Daratan dan Asia Tenggara.

“Tujuannya bukan sekadar menawarkan lebih banyak produk, melainkan menghadirkan advice yang terintegrasi dan mencerminkan gambaran utuh dari bisnis serta prioritas keluarga masing-masing klien,” ujar CEO UOB Hong Kong, George Tung, kepada Hong Kong Business.

Tung, yang mulai menjabat sejak Juli lalu, mengatakan prioritas utamanya adalah memperkuat konektivitas antara Hong Kong, Tiongkok Daratan, dan Asia Tenggara.

Bank berencana membantu perusahaan-perusahaan membangun operasional di Asia Tenggara, mulai dari mencarikan mitra lokal hingga membantu menavigasi persoalan pajak dan tarif, di samping menyediakan pembiayaan.

Studi UOB business outlook yang dirilis Juli lalu menemukan bahwa hampir 80% perusahaan di Hong Kong berencana melakukan ekspansi ke luar negeri, dengan Asia Tenggara dan Tiongkok Daratan menjadi destinasi favorit mereka.

Teknologi dan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi prioritas lain. UOB memanfaatkan AI dan analisis data tingkat lanjut di lebih dari 300 area di seluruh grup, serta mengoperasikan lebih dari 30 chatbot berbasis AI.

“Investasi kami di bidang teknologi dan AI diharapkan dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, wawasan yang lebih tajam, serta memberi lebih banyak waktu bagi para banker kami untuk fokus pada percakapan advisory yang bernilai lebih tinggi,” kata Tung.

UOB Hong Kong turut memperluas lini bisnis private banking-nya, dengan target peningkatan jumlah client adviser hingga tiga kali lipat serta pertumbuhan aset dan pendapatan hingga lima kali lipat pada 2030.

Bank berencana memperdalam keahlian sektoralnya di bidang teknologi, infrastruktur AI, manufaktur canggih, kendaraan listrik, energi terbarukan, real estate, dan infrastruktur.

Tung menambahkan, UOB juga akan memperkuat tata kelola, kontrol risiko, dan pengembangan staf ke depannya.

Follow the link for more news on

AI tingkatkan risiko fraud perbankan seiring celah kontrol yang dihadapi Australia

AUSTRAC menemukan potensi pinjaman fiktif senilai ratusan juta dolar.

Bank-bank Jepang beralih ke stablecoin demi pertahankan simpanan nasabah

Megabank berencana lakukan transaksi mata uang digital bersama pada Maret 2027.

UOB Hong Kong padukan layanan demi menangkan bisnis lintas negara

Bank ini bersiap mengejar pertumbuhan private banking yang lebih kuat menjelang 2030.

DBS Indonesia luncurkan layanan portofolio SGD untuk nasabah kaya

Mandiri Investasi akan mengelola dana pada instrumen obligasi, saham, dan emas.

OCBC Hong Kong bentuk kelompok pelatih eksekutif untuk karyawan

Bank ini menargetkan 100 pelatih bersertifikat di seluruh grup pada akhir 2027.

CIMB permudah proses pembiayaan mobil pertama

Program ini mencakup pajak jalan, perlindungan kehilangan total kendaraan, dan Takaful.

PvX dorong pembiayaan berbasis pendapatan untuk aplikasi konsumen

Persaingan yang dipicu AI diperkirakan mendorong kebutuhan modal pemasaran.

OCBC perluas akses wealth management berbasis digital

Mobile banking membawa layanan investasi ke lebih banyak masyarakat Indonesia.

Western Union ubah strategi pengiriman uang

Akuisisi Dash mendukung ekspansi ke layanan kredit, pembayaran, dan jasa keuangan konsumen lainnya.