, Hong Kong
1943 views
UOB Hong Kong CEO George Tung

UOB Hong Kong padukan layanan demi menangkan bisnis lintas negara

Bank ini bersiap mengejar pertumbuhan private banking yang lebih kuat menjelang 2030.

United Overseas Bank Ltd. Hong Kong Branch (UOB Hong Kong) memadukan layanan wholesale, private banking, treasury, investment banking, dan advisory-nya seiring bank ini membidik perusahaan-perusahaan yang tengah berekspansi ke Tiongkok Daratan dan Asia Tenggara.

“Tujuannya bukan sekadar menawarkan lebih banyak produk, melainkan menghadirkan advice yang terintegrasi dan mencerminkan gambaran utuh dari bisnis serta prioritas keluarga masing-masing klien,” ujar CEO UOB Hong Kong, George Tung, kepada Hong Kong Business.

Tung, yang mulai menjabat sejak Juli lalu, mengatakan prioritas utamanya adalah memperkuat konektivitas antara Hong Kong, Tiongkok Daratan, dan Asia Tenggara.

Bank berencana membantu perusahaan-perusahaan membangun operasional di Asia Tenggara, mulai dari mencarikan mitra lokal hingga membantu menavigasi persoalan pajak dan tarif, di samping menyediakan pembiayaan.

Studi UOB business outlook yang dirilis Juli lalu menemukan bahwa hampir 80% perusahaan di Hong Kong berencana melakukan ekspansi ke luar negeri, dengan Asia Tenggara dan Tiongkok Daratan menjadi destinasi favorit mereka.

Teknologi dan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi prioritas lain. UOB memanfaatkan AI dan analisis data tingkat lanjut di lebih dari 300 area di seluruh grup, serta mengoperasikan lebih dari 30 chatbot berbasis AI.

“Investasi kami di bidang teknologi dan AI diharapkan dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, wawasan yang lebih tajam, serta memberi lebih banyak waktu bagi para banker kami untuk fokus pada percakapan advisory yang bernilai lebih tinggi,” kata Tung.

UOB Hong Kong turut memperluas lini bisnis private banking-nya, dengan target peningkatan jumlah client adviser hingga tiga kali lipat serta pertumbuhan aset dan pendapatan hingga lima kali lipat pada 2030.

Bank berencana memperdalam keahlian sektoralnya di bidang teknologi, infrastruktur AI, manufaktur canggih, kendaraan listrik, energi terbarukan, real estate, dan infrastruktur.

Tung menambahkan, UOB juga akan memperkuat tata kelola, kontrol risiko, dan pengembangan staf ke depannya.

Follow the link for more news on

Dengan AI, Superbank melihat lebih dari sekadar skor kredit

Bank ini memantau model kreditnya untuk mendeteksi bias dan menjaga kinerja.

BNI jajaki pemanfaatan jejaring bisnis untuk menilai debitur usaha kecil

Bank melihat AI berpotensi lebih berguna untuk memantau debitur ketimbang menyetujui kredit.

Stablecoin berpotensi memecah sistem pembayaran Asia semakin terkotak-kotak

Sebanyak 44% profesional keuangan berpotensi menggunakan mata uang digital dalam dua tahun ke depan.

Maybank hemat US$9,56 juta lewat perubahan kecil pada proses kerja

Bank mengatakan inisiatif tersebut telah menghemat 2,17 juta hari kerja.

Bank Hong Kong masih tertekan kerugian properti seiring turunnya nilai aset

Pinjaman pengembangan dan investasi properti turun 15% sejak akhir 2022.

Sektor keuangan Singapura pertimbangkan agen AI di tengah celah tata kelola

Kerangka kerja yang diusulkan mengatur kendali atas tindakan kecerdasan buatan (AI) secara real-time.

Bank-bank kian fokus ke pasar regional seiring persaingan yang makin ketat

Cuma ada empat bank dari 20 bank terbesar dunia yang masih berstatus "global universal bank" pada 2025.

AI tingkatkan risiko fraud perbankan seiring celah kontrol yang dihadapi Australia

AUSTRAC menemukan potensi pinjaman fiktif senilai ratusan juta dolar.

Bank-bank Jepang beralih ke stablecoin demi pertahankan simpanan nasabah

Megabank berencana lakukan transaksi mata uang digital bersama pada Maret 2027.