OCBC Hong Kong bentuk kelompok pelatih eksekutif untuk karyawan
Bank ini menargetkan 100 pelatih bersertifikat di seluruh grup pada akhir 2027.
OCBC Bank (Hong Kong) Ltd. membuka akses langsung bagi karyawannya untuk mendapatkan bimbingan karier dari para bankir senior. Sebelum bisa menjadi pembimbing (coach) internal, para eksekutif ini terlebih dahulu harus mengantongi sertifikasi internasional.
“Kami melihat pentingnya membekali para pemimpin utama dengan kemampuan membentuk budaya kerja mulai dari level atas, sekaligus menumbuhkan lingkungan kerja yang mengutamakan keterampilan,” ujar Cindy Leung, Head of Human Resources OCBC Bank, dalam wawancara dengan Asian Banking & Finance melalui Microsoft Teams.
Karyawan bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan coach sesuai kebutuhan dan target pengembangan diri mereka. Setiap pasangan coach dan karyawan baru akan disetujui setelah OCBC menilai kecocokan keduanya.
Kelompok pelatih ini diisi oleh jajaran managing director dan executive director, yang wajib mengantongi sertifikasi dari International Coaching Federation (ICF) untuk bisa menyandang status associate certified coach.
Pada Mei lalu, sebanyak 11 bankir setingkat executive dan managing director di Hong Kong resmi bergabung dalam program ini. Leung menjelaskan, para peserta harus menempuh 60 jam pendidikan coaching, 100 jam praktik langsung, dan 10 jam pelatihan “mental coaching” sebelum akhirnya mengikuti ujian sertifikasi ICF.
Pelatihan berlangsung dalam tiga modul sepanjang tahun agar peserta tetap bisa menjalankan pekerjaan rutin mereka. Menurutnya, keikutsertaan dalam program ini bersifat sukarela dan atas inisiatif masing-masing karyawan.
Begitu tersertifikasi, nama-nama coach akan tercantum dalam dashboard internal yang bisa diakses seluruh karyawan. Adapun karyawan junior berhak mendapatkan minimal tiga sesi bimbingan one-on-one dalam rentang waktu tiga hingga enam bulan.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Coaching for Growth milik OCBC Group yang bergulir sejak September 2025, dan mulai diperluas ke Hong Kong serta Malaysia pada April 2026. Secara keseluruhan, OCBC Group menargetkan memiliki 100 coach bersertifikat ICF pada akhir 2027.
Leung menambahkan, bank berencana membuka angkatan kedua di Hong Kong pada awal hingga pertengahan 2027, yang kembali menyasar jajaran pemimpin senior.
Ia juga menyebut bahwa program coaching ini turut mendukung upaya menyiapkan karyawan menghadapi era kerja yang semakin diwarnai kecerdasan buatan (AI). Sebagai bagian dari upaya tersebut, OCBC Hong Kong juga menggelar hari pembelajaran bertajuk AI, Digital, and Data (ADD) yang diikuti lebih dari 700 karyawan.
“Kami ingin terus memperkuat budaya coaching sekaligus investasi kami di bidang pembelajaran ADD, agar karyawan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan meraih kesuksesan karier di OCBC,” tutup Leung.