, Hong Kong
505 views
In photo: Tony Wan, managing director and head of segments and retail, Shanghai Commercial Bank.

Robot ambil alih akses safe deposit box di Shanghai Commercial Bank

Hal ini melayani lebih dari 1.600 kotak di cabang Kennedy Town.

Shanghai Commercial Bank Ltd. mengotomatisasi proses pengambilan safe deposit box di cabang Kennedy Town-nya, seiring bank-bank di Hong Kong semakin menambahkan teknologi dan layanan private wealth ke dalam operasional ritel mereka.

“Meski teknologi safe deposit box otomatis masih tergolong baru di pasar Hong Kong—yang berarti data statistik industri atau laporan benchmark belum tersedia—keputusan kami untuk berinvestasi didorong langsung oleh masukan dari nasabah,” ujar Tony Wan, Managing Director and Head of Segments and Retail, kepada Asian Banking & Finance.

Ia menjelaskan bahwa nasabah menginginkan akses yang lebih cepat dan lebih privat terhadap barang berharga mereka, sehingga bank memasang sistem robotik yang mengambil kotak dari brankas dan mengantarkannya ke ruang privat khusus nasabah.

Perubahan ini menandai pergeseran signifikan dari sejarah awal cabang tersebut. Saat West Point Branch dibuka pada 1962, Kennedy Town masih memiliki basis manufaktur yang lebih besar, dan cabang ini melayani para produsen serta usaha kecil dan menengah (UKM) dengan layanan trade finance dan negosiasi tagihan (bill negotiation).

“Kini, seiring berkembangnya perekonomian lokal, kami menyesuaikan ruang kami untuk memenuhi permintaan yang terus tumbuh terhadap layanan wealth management,” kata Wan dalam jawaban tertulis melalui email.

West Point Branch yang berlokasi di Catchick Street, Kennedy Town, memiliki lebih dari 1.600 safe deposit box dengan berbagai ukuran. Nasabah harus memverifikasi identitas di meja layanan sebelum menerima kode QR sekali pakai untuk masuk ke ruang privat, tempat lengan robotik akan mengantarkan kotak yang menjadi milik mereka.

 

Nasabah dapat membuka kotak mereka sendiri menggunakan kunci pribadi tanpa perlu memasuki ruang brankas atau mengangkat kotak secara manual, termasuk kotak-kotak yang lebih berat dan disimpan di rak-rak atas.

Cabang ini memiliki luas area yang dapat digunakan lebih dari 7.000 kaki persegi. Wealth Management Centre di lantai satu dilengkapi ruang pertemuan privat dan relationship manager khusus, menggantikan konsep meja layanan terbuka, sementara area VIP dan ruang konsultasi terpisah disediakan untuk melayani nasabah high-net-worth.

 

Bank ini menyasar penduduk Central and Western District Hong Kong, khususnya nasabah affluent yang membutuhkan tempat penyimpanan untuk sertifikat kepemilikan (title deeds), perhiasan, dan barang-barang mewah.

Pasar wealth management Hong Kong menawarkan basis nasabah potensial yang besar. Survei Securities and Futures Commission yang dirilis Juli lalu menunjukkan aset kelolaan (assets under management) naik 20% secara tahunan, mencapai rekor US$5,4 triliun (HK$42,2 triliun) pada akhir 2025. Arus masuk dana bersih (net fund inflows) bahkan melonjak hampir tiga kali lipat menjadi US$264 miliar (HK$2,07 triliun).

Renovasi Shanghai Commercial Bank ini turut menggunakan material terrazzo daur ulang, lantai quartz bersertifikat, veneer kayu, serta lantai vinyl yang dapat didaur ulang. Material karpet yang digunakan dalam proyek ini setara dengan mengalihkan 168.050 botol plastik dari tempat pembuangan akhir.

Sistem kontrol suhu cerdas dan pencahayaan LED hemat energi turut dihadirkan untuk menekan konsumsi listrik, sementara bank ini tengah mengupayakan sertifikasi LEED Gold untuk cabang tersebut.

 

Wan mengatakan pembaruan ramah lingkungan serupa berpotensi diterapkan pula di cabang-cabang lain.

Ia menambahkan, biaya awal yang lebih tinggi serta periode pengembalian investasi (payback period) yang lebih panjang dari sistem robotik ini dapat memperlambat adopsinya oleh bank-bank lain. Bank tidak mengungkapkan besaran biaya renovasi maupun target imbal hasil finansial dari proyek tersebut.

Wan memperkirakan institusi-institusi yang mengutamakan pengalaman nasabah akan menjadi yang pertama mengadopsi teknologi ini, dengan penggunaan yang meluas seiring sistem semakin matang dan biaya yang terus menurun.

 

Follow the link for more news on

Dengan AI, Superbank melihat lebih dari sekadar skor kredit

Bank ini memantau model kreditnya untuk mendeteksi bias dan menjaga kinerja.

BNI jajaki pemanfaatan jejaring bisnis untuk menilai debitur usaha kecil

Bank melihat AI berpotensi lebih berguna untuk memantau debitur ketimbang menyetujui kredit.

Stablecoin berpotensi memecah sistem pembayaran Asia semakin terkotak-kotak

Sebanyak 44% profesional keuangan berpotensi menggunakan mata uang digital dalam dua tahun ke depan.

Maybank hemat US$9,56 juta lewat perubahan kecil pada proses kerja

Bank mengatakan inisiatif tersebut telah menghemat 2,17 juta hari kerja.

Bank Hong Kong masih tertekan kerugian properti seiring turunnya nilai aset

Pinjaman pengembangan dan investasi properti turun 15% sejak akhir 2022.

Sektor keuangan Singapura pertimbangkan agen AI di tengah celah tata kelola

Kerangka kerja yang diusulkan mengatur kendali atas tindakan kecerdasan buatan (AI) secara real-time.

Bank-bank kian fokus ke pasar regional seiring persaingan yang makin ketat

Cuma ada empat bank dari 20 bank terbesar dunia yang masih berstatus "global universal bank" pada 2025.

AI tingkatkan risiko fraud perbankan seiring celah kontrol yang dihadapi Australia

AUSTRAC menemukan potensi pinjaman fiktif senilai ratusan juta dolar.

Bank-bank Jepang beralih ke stablecoin demi pertahankan simpanan nasabah

Megabank berencana lakukan transaksi mata uang digital bersama pada Maret 2027.