, Philippines
1363 views
Melchor T. Plabasan, senior director for technology risk at the Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP). Photo by Emilia Claudio.

Bank Sentral Filipina menyiapkan regulasi AI untuk sektor perbankan

AI tidak boleh mengurangi tanggung jawab bank dalam menjaga privasi data.

Bank Sentral Filipina berencana mengatur penggunaan AI di sektor perbankan sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan yang etis dan peningkatan akurasi teknologi tersebut.

Regulasi yang akan diterbitkan akhir tahun ini ditujukan untuk mengisi 10% hingga 20% area yang masih “belum tersentuh” oleh aturan yang selama ini berlaku namun belum secara spesifik mengatur AI, kata Melchor T. Plabasan, Direktur Senior untuk Risiko Teknologi di Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP).

Aturan tersebut akan mencakup aspek penggunaan AI secara etis, pengelolaan bias, dan peningkatan akurasi AI, di antara hal-hal lainnya, katanya dalam acara Asian Banking & Finance–Insurance Asia Summit 2025 di Manila pada Maret.

“Regulasi ini muncul dari hasil analisis kesenjangan yang kami lakukan,” kata Plabasan kepada Asian Banking & Finance di sela-sela acara tersebut. “[AI] tidak boleh mengurangi tanggung jawab lembaga keuangan dalam menjaga privasi dan kerahasiaan data yang mereka kelola. AI hanyalah alat.”

Plabasan mengatakan dalam forum perbankan Filipina siap bergabung dalam revolusi AI dan membekali diri dengan alat manajemen risiko yang tepat.

Ia menyebut setidaknya ada tiga lembaga yang telah menerbitkan aturan terkait AI. Departemen Perdagangan telah mengeluarkan peta jalan strategi nasional AI, sementara Departemen Teknologi Informasi dan Komunikasi bersama Komisi Layanan Sipil telah menerbitkan nota bersama mengenai penggunaan AI yang etis dan dapat dipercaya di lingkungan pemerintahan.

Sementara itu, menurut Plabasan, sejumlah regulasi yang sudah ada seperti Intellectual Property Code, Data Privacy Act of 2012 dan Financial Products and Services Consumer Protection Act juga mencakup berbagai aspek penggunaan AI.

Ia menyatakan bahwa bank sentral berharap pemanfaatan AI dapat mendorong aktivitas pemberian kredit, khususnya oleh bank-bank digital.

“Mereka agak lambat dalam hal penyaluran kredit,” ujarnya. “Saya ingin melihat kedewasaan AI dalam konteks penilaian kredit (credit scoring), karena hal itu dapat membantu meningkatkan jumlah dana yang bisa disalurkan oleh bank digital, yang pada akhirnya juga dapat mendorong profitabilitas.”

Plabasan juga menambahkan BSP berencana menerbitkan makalah kebijakan (whitepaper) mengenai penggunaan AI.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.