, China
954 views
Photo by Alina Grubnyak via Unsplash.

HSBC memangkas transaksi valuta asing Philips di Cina

‘Netting’ memangkas transaksi lintas batas Philips dari 4.000 per tahun menjadi hanya satu transaksi per bulan.

HSBC meluncurkan solusi cross-currency netting di Cina yang membantu Koninklijke Philips NV — yang dikenal secara global sebagai raksasa elektronik Philips — mengurangi ribuan transaksi lintas batas menjadi satu transaksi dalam mata uang renminbi (RMB).

Dengan menggunakan solusi Treasury inovatif dari HSBC, perusahaan elektronik multinasional asal Belanda tersebut berhasil memangkas jumlah transaksi lintas batas antar grupnya dari 4.000 transaksi per tahun yang melibatkan tujuh mata uang menjadi hanya satu transaksi RMB setiap bulan, kata bank yang berbasis di London ini dalam sebuah pernyataan.

Solusi cross-currency netting ini merupakan bagian terbaru dari “serangkaian solusi inovatif” yang akan ditawarkan oleh bank asal Inggris tersebut di Cina, ujar Yvonne Yiu, Co-Head Asia-Pasifik untuk Global Payment Solutions HSBC kepada Asian Banking & Finance.

“Sebelumnya, kami telah meluncurkan ECom Direct, yang memungkinkan merchant di daratan untuk menerima pembayaran penjualan berdenominasi RMB langsung dari platform e-commerce luar negeri,” katanya melalui email. “Kami juga termasuk salah satu bank pertama di Cina yang menawarkan layanan eCNY baik untuk segmen grosir maupun ritel.”

E-CNY adalah mata uang digital yang sah dan diterbitkan oleh People's Bank of China (PBoC), bank sentral Cina, yang disimpan dalam dompet digital.

Sebelum menggunakan solusi Treasury HSBC, Philips harus memproses pembayaran lintas batas secara manual, yang memakan waktu dan biaya dari operasionalnya di daratan dan luar negeri, kata HSBC.

Currency netting adalah metode di mana sebuah perusahaan mengimbangi berbagai pembayaran dalam mata uang berbeda antara dua atau lebih pihak dengan menghitung satu jumlah bersih yang perlu dibayar, sehingga secara efektif mengurangi biaya konversi valuta asing.

Tanpa solusi HSBC, sembilan entitas Philips di Cina daratan, termasuk 17 unit bisnis, tidak dapat diintegrasikan ke dalam struktur netting global.

HSBC dan Philips mendapatkan persetujuan dari PBoC untuk meluncurkan solusi netting ini, dengan memanfaatkan cross-border cash pool Philips yang sudah ada, yang dibentuk di bawah struktur free trade enterprise dari bank sentral Cina.

Mulai 2025, HSBC dan Philips akan mengonversi pembayaran dan penerimaan mata uang asing lintas batas antar grup entitas Philips di Cina Daratan  ke dalam RMB. Konversi ini akan menggunakan nilai tukar bank internal Philips untuk menghitung penyelesaian netting RMB perusahaan.

Hanya satu penyelesaian lintas batas yang perlu dilakukan antara pusat netting domestik Philips dan satu pusat netting lain di luar negeri. Setiap perusahaan atau divisi menyelesaikan satu transaksi netting dalam RMB dengan pusat netting domestik.

Yiu mengatakan perusahaan multinasional membutuhkan proses Treasury yang “terpusat dan teroptimasi” di  Cina Daratan agar dapat berkembang.

Tahun lalu, HSBC meluncurkan transfer internasional bebas biaya untuk nasabah ritel di Singapura. HSBC juga mengklaim sebagai bank asing pertama di Cina Daratan yang menawarkan layanan solusi manajemen kas omni-collect yang beroperasi di seluruh kanal digital utama.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.