, Indonesia
1191 views

Superapp BCA dorong pertumbuhan transaksi digital

Transfer antar rekening menjadi layanan yang paling banyak digunakan, disusul oleh pembayaran virtual.

Jumlah transaksi digital melalui superapp PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 6,9 miliar pada tahun lalu dibandingkan dengan 2023. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya penetrasi smartphone dan internet, serta terus tumbuhnya e-commerce di Indonesia.

“Angka ini menggambarkan bagaimana layanan digital semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari nasabah,” kata I Ketut Alam Wangsawijaya EVP Transaction Banking Business Development kepada Asian Banking & Finance.

Transfer antar rekening menjadi layanan yang paling sering digunakan di bank swasta terbesar di Indonesia berdasarkan aset, diikuti oleh pembayaran virtual yang mencakup transaksi e-commerce, tagihan, dan isi ulang dompet digital, katanya di sela acara perusahaan pada Februari lalu.

“Yang ketiga, QRIS (quick response code Indonesian standard) juga sering digunakan nasabah untuk melakukan pembayaran yang mudah dan aman,” kata Ketut. Hingga Desember 2024, jumlah transaksi QRIS melalui superapp myBCA melonjak hampir tujuh kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, tambahnya.

Transaksi digital juga didorong oleh produk-produk perbankan inovatif, termasuk salah satunya yang memungkinkan nasabah menyimpan tabungan dalam 16 mata uang asing dan bertransaksi di luar negeri tanpa biaya konversi mata uang menggunakan kartu debit BCA Mastercard.

Semakin banyak masyarakat Indonesia yang juga memanfaatkan layanan beli sekarang bayar nanti (buy now, pay later). Layanan paylater milik BCA, yang diluncurkan pada Oktober 2023, mencatat saldo outstanding sebesar USD 20 juta (Rp 339 miliar) pada akhir Januari—hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

Paylater BCA menggunakan QRIS sebagai media transaksi. Setelah memindai kode QRIS, nasabah dapat memilih sumber dana, baik dari rekening tabungan maupun Paylater.

“Sistem ini berfungsi layaknya kartu kredit, memungkinkan nasabah menyelesaikan pembelian terlebih dahulu dan membayar sesuai skema yang mereka pilih,” kata Ketut.

Per Desember 2024, myBCA mencatat 7,7 juta akun terdaftar, dengan 78% di antaranya berasal dari kalangan Milenial, ungkapnya.

Pada 2024, laba bersih BCA Digital—unit digital BCA—melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi USD 6,5 juta (Rp 108 miliar).

“Selain itu, jumlah pengguna bluAccount tumbuh pesat, melampaui 2,4 juta pada akhir 2024,” kata Yoga T. Susilo, kepala perencanaan korporat BCA Digital, dalam acara perbankan tersebut, merujuk pada akun virtual BCA Digital yang ditujukan bagi remaja.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.