, Hong Kong
449 views
Mr. Silvio Struebi speaking during the ABF and IA Summit in Thailand.

Bank-bank Thailand diminta menerapkan penetapan harga dinamis

Mereka mengalami kesulitan karena strategi harga yang tidak transparan dan terlalu reaktif.

Bank-bank di Thailand sebaiknya menggunakan AI untuk meningkatkan strategi penetapan harga dengan mengelompokkan pelanggan berdasarkan kesediaan mereka untuk membayar, menurut seorang konsultan perbankan.

Lembaga keuangan di Asia cenderung menawarkan harga dan diskon yang tidak terstruktur, di mana produk-produk yang bukan unggulan justru didiskon besar-besaran meskipun biaya layanannya tinggi, kata Silvio Struebi, partner di Simon-Kucher & Partners dalam Asian Banking & Finance and Insurance Asia Summit yang diadakan di Thailand.

“Ada kekurangan data yang besar,” katanya. “Seluruh kecerdasan yang dimiliki bank atau lembaga keuangan tidak tersedia bagi relationship manager pada saat transaksi berlangsung, dan hal ini sering menyebabkan penetapan harga yang tidak konsisten.”

Lembaga keuangan juga kesulitan karena metode penetapan harga mereka tidak transparan dan terlalu reaktif, tambah Struebi. Bank dapat memanfaatkan AI untuk menganalisis perilaku pelanggan, lalu mengklasifikasikannya berdasarkan sensitivitas harga mereka, ujarnya.

“Segmentasi ini menjadi dasar bagi model elastisitas harga, yang memetakan respons pelanggan terhadap perubahan harga,” katanya. “Dengan cara ini, kita dapat memprediksi nasabah mana yang kemungkinan akan menarik dananya dan mana yang akan tetap bertahan meskipun terjadi penurunan suku bunga. Pendekatan ilmiah ini menghilangkan dugaan dalam penetapan harga simpanan.”

Struebi mengatakan bank dapat menerapkan penetapan harga dinamis, yaitu menyesuaikan harga berdasarkan kesediaan nasabah untuk membayar dengan menggunakan data yang disediakan oleh mesin otomatisasi pemasaran. Detail kecil seperti pilihan kata, konteks, dan gambar latar dapat mendorong perilaku yang diinginkan.

Struebi menekankan bahwa bank yang menerapkan penetapan harga dinamis harus memperhatikan isu-isu etika.

“Penetapan harga dinamis seharusnya tidak mengeksploitasi nasabah, melainkan meningkatkan transparansi dan keadilan,” katanya. “Memastikan bahwa rekomendasi harga dapat dipertanggungjawabkan dan selaras dengan ketentuan regulator adalah fokus utama bagi [Simon-Kucher].”

Struebi memperkirakan akan ada kemajuan dalam penetapan harga berbasis AI, terutama yang terintegrasi secara real-time dengan pasar.

“Bayangkan masa depan di mana relationship manager menerima rekomendasi otomatis berbasis data saat mereka berinteraksi dengan nasabah — meningkatkan efisiensi sekaligus kepuasan nasabah,” tambahnya.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.