, Singapore
627 views
Mr. Chia Der Jiun, managing director, MAS (November 7, 2024)

Chia Der Jiun dari MAS mengungkapkan potensi tokenisasi aset dan keamanan kuantum

Keamanan sudah menjadi perhatian utama dalam mempertimbangkan potensi teknologi kuantum.

Tokenisasi aset adalah salah satu bidang utama yang sedang dieksplorasi oleh Singapura karena "potensinya" untuk meningkatkan sistem keuangan. Meskipun kepala bank sentral mencatat masih ada tantangan untuk mewujudkan potensi penuh dari teknologi ini.

Tokenisasi diharapkan dapat mengurangi duplikasi dan biaya, serta meningkatkan kecepatan penyelesaian transaksi, kata Chia Der Jiun, Direktur Utama Otoritas Moneter Singapura (MAS).

“[Lembaga keuangan global] tahu bahwa teknologi ini bagus dan memiliki fungsi serta dan manfaat ekonomi yang jelas bagi semua pihak yang terlibat,” kata Chia kepada peserta Singapore Fintech Festival 2024, di mana dia berbicara dalam sesi fireside chat pada 7 November.

Chia mengungkapkan upaya MAS dalam tokenisasi melalui Proyek Guardian, di mana MAS bekerja sama dengan lembaga keuangan swasta dan global, mengeksplorasi penggunaan tokenisasi dalam berbagai fungsi keuangan.

Use case telah diidentifikasi dalam berbagai mata uang, penyelesaian pembayaran, valuta asing, manajemen perbendaharaan, manajemen jaminan, dan penyelesaian sekuritas.

Namun, meskipun terdapat berbagai contoh kasus tersebut, Chia menyatakan masih ada tantangan untuk mencapai potensi tersebut.

Di antara tantangan tersebut adalah perlunya membentuk regulasi untuk pertukaran, kerangka kerja industri, dan membentuk standar.

Regulator juga harus membentuk "aset penyelesaian berkualitas tinggi" atau uang digital yang berada di jaringan blockchain.

MAS (Monetary Authority of Singapore) juga perlu membangun infrastruktur yang interoperabel di seluruh jaringan agar berbagai token dapat terhubung dan tetap kompatibel dengan kepatuhan.

Sebagai langkah awal, MAS telah menetapkan kerangka regulasi stablecoin pada 2023 dan sedang mengerjakan undang-undang terkait di 2024, kata Chia.

Belum terlalu dini

Chia juga menyinggung teknologi kuantum, menyatakan bahwa "ini bukanlah sesuatu yang terlalu dini untuk dibahas."

“Saya pikir banyak orang berpikir ini masih terlalu dini karena komputer kuantum masih berada di laboratorium dan belum mencapai tingkat komersial. Tapi, apakah ini terlalu dini? Tidak, ini tidak terlalu dini, terutama di bidang keamanan,” kata Chia.

Chia memperingatkan peretas yang dilaporkan sudah mengumpulkan data untuk diretas nanti ketika teknologi kuantum tersedia.

“Kita harus memikirkan keamanan, enkripsi pasca-kuantum, serta distribusi kunci kuantum,” katanya.

Selain isu keamanan, Chia mengatakan bahwa tidak terlalu dini untuk memikirkan contoh kasus teknologi kuantum, dengan mengacu pada potensinya dalam memberikan daya komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan komputer klasik.

Meningkatkan pembayaran lokal dan cross-border

Chia juga membahas upaya Singapura untuk membuat sistem pembayaran lokal lebih interoperabel sembari mendorong pembayaran cross-border menjadi lebih cepat dan murah.

Chia menyoroti upaya MAS melalui Project Nexus untuk mewujudkan visi mereka akan pembayaran domestik dan cross-border  yang murah, mudah diakses, serta cepat.

“Kami percaya bahwa Project Nexus adalah game changer... ini seperti saklar pusat, dengan standar kerangka kerja tunggal, sehingga tidak perlu lagi membentuk koneksi bilateral,” kata Chia dalam diskusi.

Chia menjelaskan banyaknya waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk membentuk koneksi bilateral dengan beberapa negara Asia seperti India, Malaysia, dan Thailand.

Sebaliknya, dengan saklar pusat seperti Project Nexus, pasar hanya perlu terhubung ke saklar pusat dan mengadopsi satu kerangka kerja, dan seluruh ekosistem dapat terakses.

“Ini, menurut saya, memiliki potensi untuk mengubah pembayaran cross-border dan menjadikannya jauh lebih mudah diakses, murah, dan cepat,” kata Chia.

Follow the link s for more news on

Dengan AI, Superbank melihat lebih dari sekadar skor kredit

Bank ini memantau model kreditnya untuk mendeteksi bias dan menjaga kinerja.

BNI jajaki pemanfaatan jejaring bisnis untuk menilai debitur usaha kecil

Bank melihat AI berpotensi lebih berguna untuk memantau debitur ketimbang menyetujui kredit.

Stablecoin berpotensi memecah sistem pembayaran Asia semakin terkotak-kotak

Sebanyak 44% profesional keuangan berpotensi menggunakan mata uang digital dalam dua tahun ke depan.

Maybank hemat US$9,56 juta lewat perubahan kecil pada proses kerja

Bank mengatakan inisiatif tersebut telah menghemat 2,17 juta hari kerja.

Bank Hong Kong masih tertekan kerugian properti seiring turunnya nilai aset

Pinjaman pengembangan dan investasi properti turun 15% sejak akhir 2022.

Sektor keuangan Singapura pertimbangkan agen AI di tengah celah tata kelola

Kerangka kerja yang diusulkan mengatur kendali atas tindakan kecerdasan buatan (AI) secara real-time.

Bank-bank kian fokus ke pasar regional seiring persaingan yang makin ketat

Cuma ada empat bank dari 20 bank terbesar dunia yang masih berstatus "global universal bank" pada 2025.

AI tingkatkan risiko fraud perbankan seiring celah kontrol yang dihadapi Australia

AUSTRAC menemukan potensi pinjaman fiktif senilai ratusan juta dolar.

Bank-bank Jepang beralih ke stablecoin demi pertahankan simpanan nasabah

Megabank berencana lakukan transaksi mata uang digital bersama pada Maret 2027.