, Singapore
609 views
Mr. Chia Der Jiun, managing director, MAS (November 7, 2024)

Chia Der Jiun dari MAS mengungkapkan potensi tokenisasi aset dan keamanan kuantum

Keamanan sudah menjadi perhatian utama dalam mempertimbangkan potensi teknologi kuantum.

Tokenisasi aset adalah salah satu bidang utama yang sedang dieksplorasi oleh Singapura karena "potensinya" untuk meningkatkan sistem keuangan. Meskipun kepala bank sentral mencatat masih ada tantangan untuk mewujudkan potensi penuh dari teknologi ini.

Tokenisasi diharapkan dapat mengurangi duplikasi dan biaya, serta meningkatkan kecepatan penyelesaian transaksi, kata Chia Der Jiun, Direktur Utama Otoritas Moneter Singapura (MAS).

“[Lembaga keuangan global] tahu bahwa teknologi ini bagus dan memiliki fungsi serta dan manfaat ekonomi yang jelas bagi semua pihak yang terlibat,” kata Chia kepada peserta Singapore Fintech Festival 2024, di mana dia berbicara dalam sesi fireside chat pada 7 November.

Chia mengungkapkan upaya MAS dalam tokenisasi melalui Proyek Guardian, di mana MAS bekerja sama dengan lembaga keuangan swasta dan global, mengeksplorasi penggunaan tokenisasi dalam berbagai fungsi keuangan.

Use case telah diidentifikasi dalam berbagai mata uang, penyelesaian pembayaran, valuta asing, manajemen perbendaharaan, manajemen jaminan, dan penyelesaian sekuritas.

Namun, meskipun terdapat berbagai contoh kasus tersebut, Chia menyatakan masih ada tantangan untuk mencapai potensi tersebut.

Di antara tantangan tersebut adalah perlunya membentuk regulasi untuk pertukaran, kerangka kerja industri, dan membentuk standar.

Regulator juga harus membentuk "aset penyelesaian berkualitas tinggi" atau uang digital yang berada di jaringan blockchain.

MAS (Monetary Authority of Singapore) juga perlu membangun infrastruktur yang interoperabel di seluruh jaringan agar berbagai token dapat terhubung dan tetap kompatibel dengan kepatuhan.

Sebagai langkah awal, MAS telah menetapkan kerangka regulasi stablecoin pada 2023 dan sedang mengerjakan undang-undang terkait di 2024, kata Chia.

Belum terlalu dini

Chia juga menyinggung teknologi kuantum, menyatakan bahwa "ini bukanlah sesuatu yang terlalu dini untuk dibahas."

“Saya pikir banyak orang berpikir ini masih terlalu dini karena komputer kuantum masih berada di laboratorium dan belum mencapai tingkat komersial. Tapi, apakah ini terlalu dini? Tidak, ini tidak terlalu dini, terutama di bidang keamanan,” kata Chia.

Chia memperingatkan peretas yang dilaporkan sudah mengumpulkan data untuk diretas nanti ketika teknologi kuantum tersedia.

“Kita harus memikirkan keamanan, enkripsi pasca-kuantum, serta distribusi kunci kuantum,” katanya.

Selain isu keamanan, Chia mengatakan bahwa tidak terlalu dini untuk memikirkan contoh kasus teknologi kuantum, dengan mengacu pada potensinya dalam memberikan daya komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan komputer klasik.

Meningkatkan pembayaran lokal dan cross-border

Chia juga membahas upaya Singapura untuk membuat sistem pembayaran lokal lebih interoperabel sembari mendorong pembayaran cross-border menjadi lebih cepat dan murah.

Chia menyoroti upaya MAS melalui Project Nexus untuk mewujudkan visi mereka akan pembayaran domestik dan cross-border  yang murah, mudah diakses, serta cepat.

“Kami percaya bahwa Project Nexus adalah game changer... ini seperti saklar pusat, dengan standar kerangka kerja tunggal, sehingga tidak perlu lagi membentuk koneksi bilateral,” kata Chia dalam diskusi.

Chia menjelaskan banyaknya waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk membentuk koneksi bilateral dengan beberapa negara Asia seperti India, Malaysia, dan Thailand.

Sebaliknya, dengan saklar pusat seperti Project Nexus, pasar hanya perlu terhubung ke saklar pusat dan mengadopsi satu kerangka kerja, dan seluruh ekosistem dapat terakses.

“Ini, menurut saya, memiliki potensi untuk mengubah pembayaran cross-border dan menjadikannya jauh lebih mudah diakses, murah, dan cepat,” kata Chia.

Follow the link s for more news on

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.