, Korea
189 views

Shinhan dan unicorn fintech Viva Republica masuki persaingan bank digital Korea Selatan

Kemitraan ini bakal memiliki akses terhadap 11,000 pengguna aplikasi pembayaran Toss

Bank terbesar di Korea Selatan, Shinhan Financial Group, bergabung dalam perlombaan perbankan digital di Korsel melalui konsorsium yang dibentuknya dengan platform pembayaran mobile milik Viva Republica, Toss. Konsorsium ini akan menjadi pemain ketiga dalam perlombaan perbankan digital di mana Shinhan akan bersaing dengan kakaobank dan K Bank yang diluncurkan pada 2017. Toss percaya kerja sama ini dalam posisi yang kuat untuk menangkap pangsa pasar dengan pengalaman yang kuat oleh Shinhan.

"Pengalaman mendalam mereka dalam menjalankan bank yang sebenarnya akan berdampak signifikan karena kami membangun berbagai fungsi entitas baru dari bawah ke atas," kata juru bicara dari perusahaan pembayaran seluler tersebut kepada Asian Banking & Finance.

Toss akan meluncurkan layanan dengan akses langsung ke lebih dari 11 juta pengguna aplikasi mereka. "Kami melihat ini sebagai keuntungan besar karena kami akan fokus pada penyediaan layanan tambahan untuk pengguna kami, daripada mencoba memikat pelanggan baru," kata juru bicara itu, seraya menambahkan  mereka sedang dalam pembicaraan dengan mitra potensial untuk peluncuran. Hyundai Marine Fire, perusahaan asuransi non-jiwa terbesar ketiga di Korea, dilaporkan mempertimbangkan untuk bergabung dengan konsorsium Shinhan-Toss.

Bagi Finance Industry Leader/Partner Deloitte Korea, Lee Hyungin, konsorsium antara Shinhan dan Viva Republica merupakan kombinasi sinergi terbesar antara lembaga keuangan terbesar Korea dan perusahaan TIK. “Dengan merek dan kekuatan eksekusi Shinhan yang kuat, basis pelanggan yang luas dan kuat, dan portofolio bank / kartu / asuransi / sekuritas yang terkoordinasi dengan baik, ini bisa menjadi kasus kemajuan di seluruh perusahaan dan aktif dalam  mengatasi keterbatasan inovasi digital oleh bank-bank yang ada di Korea,” kata Lee. “Meskipun ada kecenderungan bagi sebagian orang untuk mempertimbangkan mobile banking sebagai sarana tambahan cabang offline, mengatasi keterbatasan inovasi adalah titik pembelajaran terbesar bagi bank-bank digital."

Beberapa hari setelah Shinhan menyusun rencananya, Hana Financial Group juga mengungkapkan kemitraannya dengan SK Telecom dan Kiwoom Securities untuk mengajukan penawaran persetujuan awal dalam mengoperasikan bank digital. Financial Services Commission Korea Selatan akan mengungkapkan perusahaan terpilih pada  Mei, yang memungkinkan pemain bank digital baru mulai beroperasi pada Juni.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.