, Indonesia
211 views
Photo by Aldi Fauzan via Wikimedia Commons. No other edits were made except for cropping of the photo. Source: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Bank_Indonesia_di_Daerah_Istimewa_Yogyakarta

Aturan baru batasan harga mendorong lebih banyak penggabungan P2P di Indonesia

Regulasi ini akan meningkatkan biaya kepatuhan, namun batasan harga akan membuat sulit untuk mengimbanginya.

Aturan baru di Indonesia tentang pemeriksaan underwriting tambahan dan batasan harga untuk platform pinjaman peer-to-peer (P2P) akan memberatkan laba dan mempercepat konsolidasi di industri ini.

Di antara perubahan tersebut termasuk pemeriksaan underwriting tambahan dan batasan untuk platform P2P. Ini dilakukan  setelah banyaknya laporan tentang kualitas aset yang buruk dari pinjaman yang dihasilkan oleh beberapa platform, yang mengakibatkan kerugian penyedia pendanaan, seperti yang dilaporkan oleh Fitch Ratings.

Secara khusus, platform P2P di Indonesia tidak diizinkan untuk menahan risiko kredit di neraca mereka. Penyedia pendanaan mereka mengasumsikan risiko kredit dari mereka yang meminjam melalui platform.

Regulasi tersebut juga menetapkan rasio pembayaran utang maksimum bagi peminjam, sehingga hal ini akan membatasi jumlah platform P2P yang dapat memberi pinjaman kepada seorang peminjam pada satu waktu, dan memperkuat prosedur know-your-customer.

Meskipun ada regulasi baru ini, kualitas aset platform P2P masih akan tergantung pada kerangka penilaian kredit masing-masing platform, kata Fitch Ratings. Rasio pinjaman bermasalah atau non-performing loan tetap stabil pada 2,8% hingga September 2023, mirip dengan angka pada 2022. Namun, beberapa platform memiliki kinerja yang jauh lebih lemah dibandingkan dengan platform lainnya, catat Fitch.

ALSO READ: New loans in Indonesia to moderate in Q1: survey

Tingkat penolakan peminjam diperkirakan akan meningkat, dan pertumbuhan industri akan melambat, dengan adanya regulasi baru, kata lembaga pemeringkat tersebut.

Kompetisi juga akan memberatkan pemberi pinjaman P2P.

"Bank-bank telah menjadi pemberi pinjaman dominan untuk sektor ini, meskipun kami percaya bahwa eksposur keseluruhan sektor perbankan terhadap peminjam P2P akan tetap kecil karena selera pemberian pinjaman sebagian besar terbatas pada niche pasar digital bank dan bank-bank rural," kata Fitch Ratings.

Persyaratan underwriting yang meningkat akan meningkatkan biaya kepatuhan, namun pemberi pinjaman P2P tidak akan dapat mengimbangi biaya yang lebih tinggi kepada peminjam baru karena adanya batasan harga yang ditetapkan.

Akibatnya, Fitch melihat platform-platform yang lebih kecil dan pemberi pinjaman P2P akan melakukan penggabungan.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.