, Indonesia
241 views
/BRI

Bank Rakyat Indonesia menerbitkan obligasi ramah lingkungan baru senilai IDR6t

Hal ini sejalan dengan komitmen BRI terhadap keuangan berkelanjutan.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengumumkan penerbitan obligasi Hijau senilai Rp6,0t untuk 2023. Obligasi ini mencakup tiga seri, yaitu 1 tahun dengan tingkat kupon 6,10%, 2 tahun (6,35%), dan 3 tahun (6,30%). %).

Obligasi Ramah Lingkungan Tahap II  2023 memperoleh permintaan yang luar biasa, dengan tingkat pemesanan sebesar 2,66 kali selama periode pembuatan buku.

Dana yang dihasilkan dari penerbitan Obligasi Ramah Lingkungan ini sebagian besar akan mendukung berbagai proyek sadar lingkungan, termasuk energi terbarukan, efisiensi energi, pengendalian polusi, transportasi ramah lingkungan, dan inisiatif penggunaan lahan berkelanjutan.

Penerbitan mereka sebelumnya meliputi Obligasi Berkelanjutan, Pinjaman Terkait Berkelanjutan, Surat Utang Jangka Menengah, dan Utang Subordinasi.

ALSO READ: Bank Rakyat Indonesia’s assets leaps 9.2% YoY in Q2

Minimal 70% dari dana yang terkumpul akan disalurkan untuk kegiatan usaha yang ramah lingkungan, sedangkan sisanya untuk pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Pengumuman tersebut muncul setelah kerangka penggunaan dana dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Jadwal penerbitan Green Bond BRI Tahap II 2023:

  • Perkiraan Masa Penawaran Umum: 6 s/d 9 Oktober
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan: 10 Oktober
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi Elektronik: 12 Oktober
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan Efek di Bursa Efek Indonesia: 13 Oktober

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.