, Indonesia
285 views

Home Credit Indonesia menyepakati pinjaman terkait ESG senilai $10 juta dengan Deutsche Bank

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan.

Home Credit Indonesia telah menyepakati pinjaman terkait environmental, social, corporate governance (ESG) senilai $10 juta dengan Deutsche Bank yang fokus pada target kinerja terkait prinsip-prinsip ESG.

Target kinerja terkait dengan fokus pinjaman terutama pada inklusi keuangan dan literasi. Home Credit bertujuan untuk meningkatkan nasabah pertama dan perempuan, sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia memenuhi target inklusi keuangan digital 90% pada 2024.

READ MORE: Data is the bane and boon of addressing sustainable investment gap

“Pendanaan ini akan membuka peluang yang lebih luas bagi penduduk Indonesia, terutama yang belum memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Selain memberikan layanan yang terjangkau dan transparan untuk memenuhi kebutuhan nasabah, kami juga akan memberikan inisiatif edukasi di beberapa kota untuk meningkatkan literasi keuangan di Indonesia, sejalan dengan upaya pemerintah,” kata Director Home Credit Indonesia Volker Giebitz.

Pinjaman terkait ESG mematuhi Prinsip Pinjaman Terkait Keberlanjutan dari Asosiasi Pasar Pinjaman Asia Pasifik yang mendukung kegiatan ekonomi yang berkelanjutan secara lingkungan dan sosial, dan target kinerja akan diverifikasi secara independen oleh penasihat pihak ketiga.

Ini menandai pinjaman terkait ESG pertama Home Credit di Indonesia.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.