, Indonesia
115 views
/Pixabay

Neto liabilitas IIP Indonesia mengalami penurunan pada kuartal ketiga 2023

Ini turun 0,5% secara kuartal ke kuartal menjadi $252,6.

Posisi Investasi Internasional (IIP) Indonesia untuk kuartal ketiga tahun 2023 menunjukkan penurunan neto liabilitas, sebesar $252,6 miliar, turun 0,47% dari $253,8 miliar pada kuartal kedua tahun 2023, menurut data dari Bank Indonesia.

Penurunan ini disebabkan oleh pengurangan Kewajiban Keuangan Asing (FFL) yang dikombinasikan dengan peningkatan Aset Keuangan Asing (FFA).

Penurunan posisi FFL dipengaruhi oleh keluarnya investasi portofolio sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. Posisi FFL turun 0,1% secara kuartal ke kuartal (QoQ) menjadi $716,8 miliar pada akhir kuartal ketiga tahun 2023 dari $717,6 miliar pada kuartal kedua.

Hal ini terutama dipicu oleh penurunan posisi liabilitas investasi portofolio dalam bentuk surat berharga pemerintah (SBN) dan surat utang swasta. Sementara itu, investasi langsung dan liabilitas investasi lainnya terus meningkat karena optimisme investor yang berkelanjutan terhadap prospek ekonomi domestik yang menjanjikan.

Perkembangan FFL juga dipengaruhi oleh apresiasi dolar Amerika Serikat yang merata terhadap sebagian besar mata uang global, termasuk Rupiah.

ALSO READ: Indonesia, Korea unveil operational guidelines for local currency transactions

Posisi FFA meningkat dengan investasi langsung dan penempatan investasi lainnya dalam instrumen keuangan di luar negeri. Posisi FFA pada akhir kuartal ketiga 2023 mencapai $464,2 miliar, naik 0,1% secara kuartal ke kuartal dari $463,8 miliar.

Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan posisi aset masing-masing dari investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya dalam bentuk surat berharga dan pinjaman. Namun, posisi aset cadangan berkurang akibat berbagai faktor, termasuk pembayaran utang eksternal pemerintah dan langkah-langkah stabilisasi Rupiah untuk mengatasi dampak negatif ketidakpastian pasar keuangan global.

Peningkatan posisi FFA dikompensasi oleh faktor perubahan lainnya yang terkait dengan apresiasi dolar AS terhadap mata uang di negara penempatan aset.

Bank Indonesia melihat perbaikan dalam IIP Indonesia untuk kuartal ketiga tahun 2023 sebagai dukungan terhadap ketahanan eksternal, tercermin dalam penurunan rasio neto liabilitas IIP Indonesia terhadap PDB, turun dari 18,8% menjadi 18,6% dalam periode pelaporan.

Struktur kewajiban IIP Indonesia tetap didominasi oleh instrumen dengan jangka waktu jangka panjang (93,9%), terutama dalam bentuk investasi langsung.

Bank Indonesia percaya bahwa kinerja IIP Indonesia akan dipertahankan sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional, yang didukung oleh sinergi antara kebijakan Bank Indonesia, pemerintah, dan otoritas terkait lainnya.

Namun, bank sentral tetap waspada terhadap potensi risiko yang ditimbulkan oleh neto liabilitas IIP terhadap ekonomi.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.