, Indonesia
178 views
OCBC in Singapore (Photo by Terence Ong via Wikimedia Commons)

OCBC NISP mengalokasikan $87,5 juta dari laba bersih 2022 sebagai dividen tunai

Rapat umum pemegang saham tahunan bank melihat perubahan dilakukan pada dewan direksi.

OCBC NISP mengalokasikan Rp1,3 triliun (US$87,5 juta) sebagai dividen tunai, dengan pemegang saham menerima Rp58 per saham.

Ini setara dengan 40% dari Rp3,3 triliun (US$222,1 juta) untuk tahun keuangan 2022.

Sementara Rp100 juta akan disisihkan untuk cadangan umum, bank memutuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 11 April.

OCBC NISP juga melakukan perubahan pada jajaran direksinya.

Khususnya, Nicholas Tan telah diangkat sebagai komisaris independen, menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tan akan menjalankan peran tersebut hingga penutupan RUPST OCBC NISP pada 2026.

Pemegang saham juga mengangkat kembali Pramukti Surjaudaja sebagai komisaris utama; serta Jusuf Halim dan Betti S. Alisjahbana sebagai komisaris independen, efektif sampai dengan penutupan RUPST OCBC NISP 2026.

Lai Teck Poh juga diangkat sebagai komisaris, efektif sampai dengan RUPST bank tahun 2026; dan Kwan Chiew Choi sebagai Komisaris Independen sampai dengan tanggal efektif Komisaris Independen yang baru.

Parwati Surjaudaja, Emilya Tjahjadi, Hartati, Joseph Chan Fook Onn, Ka Kit, dan Lili S. Budiana diangkat kembali sebagai direksi di jajaran direksi OCBC NISP.

Pemegang saham juga mengangkat kembali Muhammad Anwar Ibrahim sebagai ketua dan Mohammad Bagus Tegu Perwira sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah.

(US$1 = IDR14,855.29)

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.