, Indonesia
165 views
Photo by Eko Herwantoro via Unsplash.

Pemotongan suku bunga di paruh kedua 2024 kemungkinan akan meningkatkan pendapatan bank di Indonesia

Siklus pemotongan suku bunga sering kali mempercepat pendapatan bank.

Bank-bank Indonesia diperkirakan akan mendapatkan manfaat dari pemotongan suku bunga yang diharapkan terjadi pada paruh kedua 2024.

Siklus pemotongan suku bunga memiliki dampak positif pada bank-bank Indonesia karena pendapatan mereka cenderung meningkat selama dan setelah pemotongan suku bunga, menurut analis UOB Kay Hian, Posmarito Pakpahan.

“Pemotongan suku bunga dapat: memperluas NIM karena dana disesuaikan lebih cepat daripada aset, meskipun hal ini juga tergantung pada lingkungan likuiditas; merangsang permintaan pinjaman dan menyediakan lingkungan pendanaan yang lebih baik bagi bank; serta menurunkan biaya kredit pada saat ekspansi ekonomi,” kata Pakpahan dalam laporan terbaru UOB Kay Hian tentang perbankan Indonesia.

Laporan tersebut menyebutkan investor dikabarkan mengantisipasi 1-2 kali pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS pada paruh kedua tahun ini. Pemotongan suku bunga pertama mungkin akan dilakukan pada September 2024. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya sepanjang tahun ini, kemudian melonggarkan kebijakan moneter di 2025.

Kondisi ini membuka kemungkinan bagi bank-bank Indonesia untuk meningkatkan margin pendapatan bunga bersih (NIM) mereka pada paruh kedua  2024, menurut Pakpahan. Hal ini mengacu pada sentimen investor.

“Secara keseluruhan, secara [year-on-year], kami percaya NIM secara keseluruhan akan relatif stabil atau menurun, mengingat biaya dana yang tinggi akan tetap ada pada paruh kedua 2024 akibat suku bunga yang tinggi dan persaingan ketat di sisi pendanaan,” kata Pakpahan.

“Namun, secara [quarter-on-quarter], NIM bisa lebih tinggi berkat optimalisasi neraca, repricing pinjaman, dan penyeimbangan pertumbuhan deposito dan pinjaman oleh bank-bank,” tambah Pakpahan.

 

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.