, Indonesia
327 views
Photo courtesy of Pixabay (Pexels)

Sektor keuangan dan perbankan Indonesia merupakan industri kedua yang paling banyak mendapat serangan siber

Lembaga keuangan diserang tiga kali lipat dari rata-rata global setiap minggu.

Sektor keuangan dan perbankan Indonesia adalah industri kedua yang paling sering mendapat serangan siber di negara ini, menurut sebuah studi oleh penyedia solusi keamanan siber, Check Point Software Technologies.

Rata-rata, lembaga keuangan Indonesia diserang 2.730 kali seminggu dalam enam bulan pertama  2022–lebih dari tiga kali lipat 252% lebih banyak dari rata-rata global dengan 1.083 serangan seminggu.

Tingkat serangan Indonesia yang lebih tinggi dibandingkan dengan statistik global berarti penyerang siber lebih sukses beroperasi di negara ini, Deon Oswari, Country Manager, Indonesia, Check Point Software Technologies memperingatkan.

ALSO READ: Indonesia’s fintech investments bucks global trend, hits record high in H1

“Dalam kasus Indonesia, Check Point Research melihat peningkatan serangan pada platform dan aplikasi mobile banking.  Sangat penting bagi industri perbankan untuk waspada dan meninjau praktik terbaik mereka,” kata Oswari.

Khususnya, Bank Sentral Indonesia terkena serangan ransomware, dengan kelompok peretas Conti Ransomware yang mengklaim serangan itu dan membocorkan sebagian dari file yang diduga dicuri.

Studi tersebut menemukan, secara global, sektor keuangan dan perbankan adalah industri ke-6 yang paling banyak mendapat serangan siber.

Email phishing tetap menjadi salah satu mekanisme pengiriman paling umum untuk ransomware. Check Point Research menemukan 92% file berbahaya di Indonesia dikirim melalui email dalam 30 hari terakhir.

 “Yang diperlukan dalam serangan ini hanyalah satu karyawan yang tidak tahu apa-apa kemudian dia mengklik tautan di email berbahaya, dan itu dapat berdampak buruk bagi seluruh perusahaan,” kata Lembaga tersebut memperingatkan.

 

Follow the link for more news on

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.