798 views
Freepik.

Bank Australia Luncurkan Kunci Digital Untuk Melawan Penipuan Online

Penjahat siber kini memanfaatkan AI dan deepfake untuk melakukan penipuan.

Bank-bank di Australia mulai meluncurkan fitur digital lock and block yang memungkinkan nasabah menonaktifkan akun yang terkompromi melalui aplikasi, guna melawan meningkatnya kejahatan digital.

“Kami memperkirakan para scammer akan memanfaatkan teknologi baru seperti GenAI (generative artificial intelligence), deepfake, dan voice cloning untuk membuat penipuan mereka semakin meyakinkan,” ujar Shaq Johnson, Head of Customer Protection di Australia and New Zealand Banking Group Ltd. (ANZ Bank), kepada Asian Banking & Finance.

Johnson menambahkan dalam surel bahwa serangan siber kini semakin canggih, dengan kriminal menggunakan AI dan deepfake untuk menciptakan penipuan yang sangat personal, kompleks, dan sulit dideteksi.

Studi National Australia Bank pada Oktober 2024 menemukan bahwa 63% warga Australia mengalami serangan siber atau kebocoran data dalam 12 bulan terakhir. Sekitar 62% juga mengaku khawatir terhadap keamanan siber pribadi mereka.

ANZ Bank berencana meluncurkan opsi Digital Padlock pada pertengahan 2025. Fitur ini memungkinkan nasabah segera menonaktifkan akses digital serta memblokir kartu kredit dan debit tanpa harus menghubungi bank atau datang ke cabang.

“Digital Padlock memungkinkan nasabah mengunci akun mereka seketika jika menemukan aktivitas mencurigakan atau merasa informasi pribadi mereka telah terkompromi,” jelas Johnson.

Bank Australia lainnya, Westpac, telah lebih dulu menghadirkan layanan serupa bernama SafeBlock. Dalam keterangannya, Westpac menyebut telah menginvestasikan lebih dari US$100 juta untuk pencegahan penipuan, dan mengklaim berhasil mencegah kerugian hingga US$400 juta dari tangan scammer.

Johnson juga menyebut ANZ berinvestasi dalam teknologi penangkal deepfake. Tahun lalu, bank ini meluncurkan layanan CallSafe, yang memungkinkan nasabah digital ANZ Plus memverifikasi apakah mereka benar berbicara dengan staf ANZ. Sebaliknya, staf bank juga dapat mengautentikasi identitas nasabah.

Sejak diluncurkan pada November 2024, CallSafe telah digunakan lebih dari 20.000 kali untuk mengautentikasi nasabah.

Bank-bank di Australia bukanlah yang pertama di Asia-Pasifik meluncurkan fitur digital lock ini. Di Singapura, bank-bank setempat telah menghadirkan layanan serupa bernama money lock sejak November 2023.

Dalam dua bulan setelah peluncurannya, fitur tersebut sudah diaktifkan pada 38.000 akun di Singapura, dengan total dana sebesar US$2,5 miliar (S$3,2 miliar) yang terkunci, menurut data Asosiasi Bank di Singapura pada Januari 2024.

Follow the link s for more news on

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.