, Philippines
697 views
Mr. Lito Villanueva (center), speaking at a panel during the summit. Photo by Emilia Claudio.

ATM Go RCBC kini hadir di seluruh kota dan provinsi di Filipina

Layanan yang memungkinkan transfer tanpa kartu ini kini tersedia di seluruh kota di Filipina.

Rizal Commercial Banking Corp. (RCBC) memperkirakan inisiatif perbankan komunitas mereka akan terus bertumbuh tahun ini, setelah mencatat kenaikan nilai transaksi sebesar 30% pada 2024.

Layanan yang disebut ATM Go ini memungkinkan penarikan, penyetoran, transfer, dan pembayaran tagihan tanpa kartu melalui mitra merchant seperti toko kelontong, bank pedesaan, koperasi, serta usaha kecil dan menengah di wilayah pedesaan.

Pengguna memulai transaksi menggunakan terminal mobile point of sale dan kode QR (quick response) yang dihasilkan oleh aplikasi seluler RCBC.

“Kami telah melihat pertumbuhan yang sangat pesat untuk layanan ini,” kataLito Villanueva, wakil presiden eksekutif sekaligus chief innovation and inclusion officer di RCBC kepada Asian Banking & Finance di sela-sela konferensi yang diselenggarakan oleh majalah tersebut di Manila pada Maret.

ATM Go milik RCBC kini telah hadir di seluruh kota dan provinsi di Filipina, dengan 94% lokasinya dimiliki oleh mitra merchant. Dari total transaksi yang terjadi, 94% berasal dari luar Metro Manila, dan 64% melibatkan perempuan yang tinggal di wilayah pedesaan, tambah Villanueva.

Layanan ini digunakan oleh pemerintah daerah, militer, dan kepolisian untuk penggajian, serta oleh para pensiunan.

Pada Februari lalu, RCBC melaporkan bahwa jumlah mitra merchant meningkat 2,5 kali lipat dibanding tahun sebelumnya, sementara jumlah terminal ATM Go naik 46% menjadi 8.426 unit.

Villanueva, yang juga menjadi panelis dalam acara tersebut, mengatakan salah satu tantangan utama yang mereka hadapi adalah tingginya biaya internet. Beberapa mitra merchant mereka di daerah terpencil bahkan menggunakan Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX, untuk menjalankan layanan perbankan mereka.

Menurut studi yang dirilis oleh situs perbandingan konsumen Cable.co.uk pada Mei 2024, biaya bulanan internet broadband di Filipina mencapai US$35,55 yang merupakan tertinggi ketiga di Asia Tenggara setelah Brunei dan Singapura.

“Pada akhirnya, teknologi digital bukanlah segalanya; ia hanya sebagai penggerak,” kata Villanueva, yang juga mengepalai Digital Enterprise and Innovations Group RCBC, dalam forum tersebut. “Digital tidak serta-merta menyelesaikan masalah. Harus ada komponen digital yang benar-benar mendorong inovasi.”

Ia menambahkan bahwa Filipina kemungkinan kecil akan menjadi masyarakat tanpa uang tunai sepenuhnya, dan lebih mungkin menuju sistem “cash-light”.

Fakta bahwa dompet digital seperti GCash dan Maya masih menawarkan layanan setor dan tarik tunai menunjukkan adanya celah pasar, jelasnya. Warga Filipina masih terus mencairkan dana dari e-wallet mereka ke dalam bentuk tunai, meskipun biayanya mahal, tambahnya.

Untuk saat ini, bank dan perusahaan fintech akan terus meluncurkan produk digital, sementara uang tunai tetap menjadi bagian penting dari strategi untuk mendorong inklusi keuangan, katanya.

Baru-baru ini, RCBC meluncurkan RCBC Pulz, sebuah inisiatif pinjaman digital yang kini menangani 50% dari total pinjaman tanpa jaminan milik bank tersebut.

Villanueva menambahkan open banking atau open payment menjadi pendekatan lain untuk mendorong inklusi keuangan. Sistem ini memungkinkan aplikasi pihak ketiga yang berizin untuk mengakses data perbankan pengguna dan memproses pembayaran dengan aman, membuka jalan bagi bank daerah, dompet digital, dan bank besar untuk menawarkan solusi yang jauh lebih terjangkau.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.