, Indonesia
2457 views

BNI percepat proses approval seiring penerapan trade platform yang terpusat

Prosesnya kini selesai kurang dari 24 jam.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berhasil memangkas waktu yang dibutuhkan untuk menambah nasabah hingga 25% dan meningkatkan jumlah pengguna sebesar 10% setelah mensentralisasi operasi trade-nya, menurut hasil yang dirilis bulan ini.

Sebagian besar persetujuan kini rampung dalam waktu kurang dari 24 jam, kata bank asal Indonesia ini, yang memangkas waktu penyelesaian dan mempercepat pemrosesan transaksi di seluruh jaringannya.

"Integrasi real-time dengan sistem core banking kami memungkinkan BNI memproses dokumen dengan lebih cepat dan akurat," ujar I G W Anantayoga, General Manager Wholesale Product Transaction and Value Chain Division BNI, kepada Asian Banking & Finance dalam jawaban tertulis melalui email atas pertanyaan yang diajukan.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar persetujuan kini rampung dalam waktu satu hari. Otomatisasi telah mengurangi beban pemrosesan di berbagai tahapan, mulai dari penyiapan data nasabah, pemeriksaan dokumen, hingga alur kerja persetujuan, katanya.

Transaksi-transaksi tertentu ditangani berdasarkan perjanjian tingkat layanan (service level agreement) kurang dari tiga jam. BNI mengatakan peningkatan ini didorong oleh konsolidasi proses operasional, pemeriksaan kepatuhan otomatis, serta perluasan penggunaan straight-through processing.

Perubahan ini mengurangi penanganan manual dan mempersingkat linimasa persetujuan, mulai dari penyiapan data nasabah hingga penyelesaian transaksi (settlement).

Peningkatan ini turut mendukung pertumbuhan transaksi digital di lebih dari 160 cabang, yang melayani lebih dari 2.645 nasabah di seluruh Indonesia, kata bank tersebut.

Anantayoga mengatakan integrasi real-time dengan sistem core banking bank tersebut telah mengubah pemrosesan harian. Satu platform tunggal kini memberikan visibilitas yang terkonsolidasi atas aktivitas domestik maupun luar negeri, menggantikan berbagai sistem lama (legacy).

Hasil ini menyusul langkah konsolidasi operasi domestik dan internasional BNI yang dimulai sejak 2025.
Dalam program tersebut, bank ini tengah memigrasikan sembilan kantor luar negerinya ke satu instance pemrosesan terpusat di Jakarta, yang memungkinkan pemrosesan di tingkat grup sekaligus tetap memenuhi ketentuan regulasi setempat.

Bank-bank di Asia disebut semakin meningkatkan investasi pada platform trade seiring meningkatnya volume transaksi dan tuntutan operasional, menurut sejumlah eksekutif industri.

Andrew Bateman, Executive Vice-President for Lending di perusahaan perangkat lunak keuangan asal London, Finastra, mengatakan sistem terpusat kini menjadi kian krusial dalam mengelola kepatuhan dan efisiensi pemrosesan.

"Platform terpusat menyederhanakan kepatuhan, meningkatkan straight-through processing, dan memosisikan bank agar mampu berinovasi lebih cepat dalam pengembangan produk di seluruh wilayah operasional mereka," katanya melalui email.

Dengan AI, Superbank melihat lebih dari sekadar skor kredit

Bank ini memantau model kreditnya untuk mendeteksi bias dan menjaga kinerja.

BNI jajaki pemanfaatan jejaring bisnis untuk menilai debitur usaha kecil

Bank melihat AI berpotensi lebih berguna untuk memantau debitur ketimbang menyetujui kredit.

Stablecoin berpotensi memecah sistem pembayaran Asia semakin terkotak-kotak

Sebanyak 44% profesional keuangan berpotensi menggunakan mata uang digital dalam dua tahun ke depan.

Maybank hemat US$9,56 juta lewat perubahan kecil pada proses kerja

Bank mengatakan inisiatif tersebut telah menghemat 2,17 juta hari kerja.

Bank Hong Kong masih tertekan kerugian properti seiring turunnya nilai aset

Pinjaman pengembangan dan investasi properti turun 15% sejak akhir 2022.

Sektor keuangan Singapura pertimbangkan agen AI di tengah celah tata kelola

Kerangka kerja yang diusulkan mengatur kendali atas tindakan kecerdasan buatan (AI) secara real-time.

Bank-bank kian fokus ke pasar regional seiring persaingan yang makin ketat

Cuma ada empat bank dari 20 bank terbesar dunia yang masih berstatus "global universal bank" pada 2025.

AI tingkatkan risiko fraud perbankan seiring celah kontrol yang dihadapi Australia

AUSTRAC menemukan potensi pinjaman fiktif senilai ratusan juta dolar.

Bank-bank Jepang beralih ke stablecoin demi pertahankan simpanan nasabah

Megabank berencana lakukan transaksi mata uang digital bersama pada Maret 2027.