2723 views
Peter Faulhaber, President and CEO, TransUnion Philippines.

Kepercayaan kredit di Filipina tertahan di tengah kekhawatiran fraud

Nasabah menilai kartu kredit dan pinjaman pribadi sebagai produk berisiko.

Kekhawatiran terhadap fraud dan tingginya biaya pinjaman mulai menahan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank dan penyedia kredit di Filipina, menurut TransUnion Philippines.

“Meski masyarakat Filipina kini lebih memahami kredit dan tingkat kepercayaannya meningkat dibanding tahun lalu, konsumen tetap menginginkan jaminan yang lebih kuat melalui lingkungan kredit yang lebih aman dan suportif,” kata Peter Faulhaber, President dan CEO TransUnion Philippines, kepada Asian Banking & Finance.

Keamanan dan kepercayaan menempati posisi penting kedua setelah kenyamanan dalam menentukan pilihan lembaga pemberi pinjaman, berdasarkan Credit Perception Index (CPI) yang dirilis September. Indeks tersebut berada di level 73 poin, sedikit turun dari 74 poin pada tahun sebelumnya, menandakan sentimen kredit yang stabil namun tetap berhati-hati. Meski demikian, tingkat kepercayaan terhadap kredit meningkat enam poin dibanding 2024, kata Faulhaber.

Walaupun literasi kredit menunjukkan perbaikan, sikap skeptis masyarakat masih kuat. Indeks tersebut mencatat penurunan sembilan poin dalam penerimaan terhadap pesan-pesan edukasi kredit, yang berarti semakin sedikit masyarakat yang tertarik menggunakan kredit meskipun sudah memahami manfaatnya.

“Produk seperti kartu kredit dan pinjaman pribadi masih dipandang sebagai instrumen yang berisiko,” ujar Faulhaber.

Ia menambahkan bahwa berbagai langkah untuk menekan fraud dan praktik pinjaman yang merugikan—termasuk regulasi anti-penipuan finansial dan pembatasan pembiayaan yang terkait aktivitas perjudian—dapat membantu menjawab kekhawatiran konsumen. Namun, transparansi dan komunikasi tetap menjadi faktor kunci.

Menurutnya, berbagi data dan insight, seperti indeks persepsi kredit yang dikembangkan TransUnion, serta perluasan akses kredit juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk meminjam.

Meski demikian, memperluas akses kredit masih menjadi tantangan, terutama bagi kelompok usia lebih tua dan mereka yang memiliki riwayat kredit terbatas.

“Ketika generasi boomer bersedia menggunakan kredit, mereka sering kali tidak memiliki akses karena riwayat kredit yang minim,” kata Faulhaber. “Di sinilah lembaga keuangan dapat memanfaatkan data alternatif untuk melayani lebih banyak masyarakat secara bertanggung jawab.”

Data alternatif seperti riwayat pembayaran utilitas dan tagihan telekomunikasi dinilai dapat menutup kesenjangan tersebut.

“Salah satu pendekatan utama kami adalah memanfaatkan data alternatif—baik data utilitas maupun telekomunikasi—untuk membangun gambaran perilaku pembayaran individu yang selama ini rutin membayar tagihannya,” ujarnya.

Informasi tersebut kemudian diolah menjadi skor kredit yang digunakan bank dan lembaga pembiayaan untuk menilai kelayakan nasabah di luar sistem biro kredit tradisional.

“Inisiatif ini sudah dikembangkan sejak 2017, dan kini kami melihat tingkat adopsi yang signifikan di berbagai industri,” tutup Faulhaber.

Follow the link for more news on

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.