, Indonesia
168 views
Eko Herwantoro via Unsplash.

Kinerja laba perbankan Indonesia yang solid menutupi pelebaran kesenjangan kredit

Terdapat pula jurang antara pertumbuhan pinjaman bank yang tinggi dan pertumbuhan pendapatan bunga yang rendah.

Ketahanan laba bank-bank Indonesia menutupi kesenjangan yang kian melebar dalam penyaluran kredit, menurut UOB Kay Hian.

Pertumbuhan kredit semakin banyak didorong oleh korporasi besar dan badan usaha milik negara (BUMN), sementara permintaan dari segmen ritel serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap lesu, kata analis UOBKH, Posmarito Pakpahan.

Meski pertumbuhan kredit headline mencapai 24,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) di Bank Negara Indonesia (BNI) dan 20,6% YoY di Bank Mandiri, pertumbuhan kredit UMKM dan rumah tangga di tingkat industri secara keseluruhan hanya sebesar 0,6% YoY dan 3,4% YoY, menurut UOBKH.

Pendapatan berbasis komisi (fee income) yang kuat, pengendalian biaya yang disiplin, dan tren pencadangan (provisioning) yang jinak membantu bank-bank besar membukukan laba yang tangguh pada kuartal II 2026, kata Pakpahan, berdasarkan pertemuan UOBKH dengan Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Pertemuan-pertemuan tersebut mengungkap masih lemahnya permintaan kredit di luar segmen korporasi, serta meningkatnya tekanan biaya dana.

Terdapat pula kesenjangan yang melebar antara pertumbuhan kredit dan pertumbuhan pendapatan bunga kredit di bank-bank besar. Sebagai contoh, pertumbuhan kredit Bank Mandiri mencapai 20,6% pada kuartal II, namun pertumbuhan pendapatan bunganya hanya 5,8%. BNI (24,5% berbanding 15,6%) dan BRI (11% berbanding 0,1%) menunjukkan pola serupa.

Bank-bank menghadapi tekanan biaya dana pada paruh kedua 2026, seiring melemahnya kualitas pendanaan, kata Pakpahan.

"Meski laba [kuartal II 2026] diperkirakan tetap tangguh, kami memperkirakan dampak dari pengetatan likuiditas dan kenaikan biaya dana akan semakin terlihat mulai [paruh kedua 2026] dan seterusnya," kata Pakpahan.

BNI jajaki pemanfaatan jejaring bisnis untuk menilai debitur usaha kecil

Bank melihat AI berpotensi lebih berguna untuk memantau debitur ketimbang menyetujui kredit.

Stablecoin berpotensi memecah sistem pembayaran Asia semakin terkotak-kotak

Sebanyak 44% profesional keuangan berpotensi menggunakan mata uang digital dalam dua tahun ke depan.

Maybank hemat US$9,56 juta lewat perubahan kecil pada proses kerja

Bank mengatakan inisiatif tersebut telah menghemat 2,17 juta hari kerja.

Bank Hong Kong masih tertekan kerugian properti seiring turunnya nilai aset

Pinjaman pengembangan dan investasi properti turun 15% sejak akhir 2022.

Sektor keuangan Singapura pertimbangkan agen AI di tengah celah tata kelola

Kerangka kerja yang diusulkan mengatur kendali atas tindakan kecerdasan buatan (AI) secara real-time.

Bank-bank kian fokus ke pasar regional seiring persaingan yang makin ketat

Cuma ada empat bank dari 20 bank terbesar dunia yang masih berstatus "global universal bank" pada 2025.

AI tingkatkan risiko fraud perbankan seiring celah kontrol yang dihadapi Australia

AUSTRAC menemukan potensi pinjaman fiktif senilai ratusan juta dolar.

Bank-bank Jepang beralih ke stablecoin demi pertahankan simpanan nasabah

Megabank berencana lakukan transaksi mata uang digital bersama pada Maret 2027.

UOB Hong Kong padukan layanan demi menangkan bisnis lintas negara

Bank ini bersiap mengejar pertumbuhan private banking yang lebih kuat menjelang 2030.