, Indonesia
295 views
Photo by Eko Herwantoro via Unsplash.

Margin yang lebih tinggi dan biaya operasional rendah mendukung pertumbuhan laba Bank Central Asia di kuartal II

Laba bersih bank di semester I tahun ini $1,65 miliar, 11% lebih tinggi dibandingkan semester I 2023.

Laba bersih Bank Central Asia (BCA) tumbuh 10,7% secara tahunan (YoY) menjadi hampir Rp13,98 triliun ($858,04 juta) di kuartal II, didorong oleh perluasan margin bunga dan penurunan biaya.

Net interest margin (NIM) BCA meningkat menjadi 5,8% di kuartal II. Ini berkat "perubahan dalam komposisi aset dan penggunaan pendanaan yang lebih efisien," kata Posmarito Pakpahan, analis dari UOB Kay Hian (UOBKH).

Laba bersih untuk enam bulan pertama 2024 mencapai Rp26,88 triliun ($1,65 miliar), meningkat 11% dibandingkan semester pertama 2023. Ini sesuai dengan ekspektasi UOBKH, yang mencakup lebih dari setengah estimasi laba tahun penuh 2024.

BCA juga mengalami penurunan 8,4% dalam biaya operasional (opex) dan penurunan 20 basis poin (bp) dalam biaya kredit pada kuartal II, kata Pakpahan.

Pinjaman naik 15,5% YoY di kuartal II, didorong oleh segmen pinjaman korporasi (19,9%), pinjaman konsumen (13,6%), dan pinjaman usaha kecil dan menengah (UKM) yang tumbuh 12,76%.

Biaya operasional (opex) turun 8,4% dibandingkan kuartal I, dengan biaya tenaga kerja turun 17%, menurut UOBKH.

Dengan pertumbuhan opex yang lebih rendah dibandingkan pinjaman, rasio biaya terhadap pendapatan tercatat sebesar 30,7% dalam enam bulan pertama 2024.

Rasio Loans at Risk (LaR) turun menjadi 6,3% pada Juni, dibandingkan 8,7% pada Januari 2023 dan 6,6% pada Desember 2023.

Rasio kredit bermasalah (Non-performing loans/NPL) berada pada level "terkendali" sebesar 2,2% pada Juni, menurut UOBKH. Ini sedikit lebih tinggi dibandingkan 1,9% pada akhir Maret.

(US$1 = IDR16,291.55; as of 31 July 2024, 11:45AM)

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.

Kenaikan suku bunga Australia berpotensi memperlambat penyaluran kredit di bank-bank besar

Aktivitas refinancing diperkirakan meningkat seiring nasabah mencari suku bunga KPR yang lebih murah.

Nasabah wealth alihkan fokus dari imbal hasil ke keamanan masa pensiun

Para penasihat keuangan dituntut memberikan layanan yang lebih cepat dan perencanaan keuangan yang lebih menyeluruh.

Bagaimana Bank-Bank memperkuat pondasi terhadap guncangan harga minyak?

Bank-bank asal China kemungkinan besar akan menanggung dampak paling besar.

Kerangka pembayaran SWIFT targetkan kejelasan biaya dan penelusuran transaksi yang lebih cepat

Lebih dari 50 bank mendukung perubahan yang memanfaatkan sistem yang sudah ada.

Bank-bank Jepang taruh miliaran dolar untuk dorong pertumbuhan keuangan dan teknologi India

GFTN menggandeng kedua belah pihak dalam bidang talenta, teknologi, dan akses pasar.