, Singapore
795 views
Ashmita Acharya, head of Wealth and Personal Banking in Singapore, HSBC.

Bankir HSBC: Percayalah pada manusia, bukan hanya teknologi

Mengembangkan teknologi dan talenta harus berjalan beriringan, kata seorang bankir senior HSBC.

Bank-bank diimbau agar tidak terlalu terpaku pada teknologi terbaru yang sedang berkembang, tetapi lebih fokus pada pengembangan front dan back office serta talenta yang tepat. Hal ini disampaikan oleh seorang bankir HSBC kepada para peserta Asian Banking & Finance and Insurance Asia Summit 2024 di Singapura.

“Bank tidak bisa hanya memiliki aplikasi front dan end yang bagus bila mereka belum melalui perjalanan end-to-end. Dan jika bank belum melalui proses end-to-end tersebut maka mereka belum bisa memberikan pengalaman best-in-class kepada klien,” Ashmita Acharya, head of Wealth dan Personal Banking HSBC Singapura dalam sesi presentasinya kepada peserta forum di mana dia mendiskusikan cara untuk memperkuat proses dan talenta.

Diskusi ini penting di tengah munculnya teknologi baru dan optimisme akan kesempatan yang baru saat ini.

“Setiap hari akan ada teknologi, alat digital, dan data baru maupun hal-hal yang benar-benar baru. Sulit untuk terus mengikuti apa yang terjadi sekarang. Di dalam proses itu, kita sering kali lupa untuk tetap mengikuti pendekatan backend dan front-to-back,” katanya.

Acharya menekankan pentingnya memiliki pendekatan front-to-back dalam membuat model bisnis yang berskala.

Proses ini harus mempertimbangkan keberadaan manusia dalam bisnis yang tidak tergantikan, meskipun dengan munculnya AI generatif dan proses otomatisasi.

“Ketika kita berbicara tentang hyper-personalization, seberapa sering orang hanya mengonsumsi informasi melalui saluran digital? Tidak seperti itu. Mereka masih mencari keterlibatan hibrida. Mereka masih menginginkan sentuhan manusia untuk menyampaikan informasi dengan cara yang tepat,” kata  Acharya.

Acharya menegaskan perlunya menghadirkan "berbagai versi layanan klien" agar dapat menyampaikan informasi kepada semua klien dengan mempertimbangkan kebutuhan unik mereka.

Bagian dari memahami kebutuhan klien yang terus berubah adalah menyadari bahwa kebutuhan dan ekspektasi talenta juga telah mengalami transformasi.

“Talenta hari ini bukanlah talenta yang sama seperti dulu. Ketika saya masuk ke dunia perbankan 24 tahun lalu, kami bergabung karena perbankan menghasilkan banyak uang. Tapi itu bukan alasan orang bergabung dengan perbankan sekarang. Orang-orang melihat perbankan dengan cara yang sangat berbeda,” kata Acharya.

“Dulu, layanan keuangan menawarkan gaji yang jauh lebih tinggi. Sekarang, Gen Z dan milenial memiliki motivasi yang sangat berbeda. Membuat talenta muda tertarik menjadi bankir atau bankir pribadi sangatlah berbeda.  Kita harus membuat mereka begitu antusias, sehingga kita perlu memikirkan bagaimana menarik mereka serta membina talenta,” tambahnya.

HSBC telah meluncurkan program-program yang menargetkan talenta junior dengan pemahaman bahwa manajer produk di masa lalu bukanlah manajer produk di masa depan.

Sebagai contoh, generasi saat ini mungkin tidak membutuhkan banyak keahlian teknis yang bisa diselesaikan AI dengan lebih baik. Sebaliknya, keterampilan yang mereka butuhkan lebih pada bagaimana memanfaatkan AI dalam pekerjaan mereka serta memahami keberlanjutan.

“Kita perlu menemukan cara agar talenta tidak terjebak pada aspek pengalaman, melainkan benar-benar melihat sikap mereka dan bagaimana kita dapat membina talenta sepanjang perjalanan hidup mereka. Semakin serba bisa talenta tersebut, semakin baik mereka dalam menghadapi masa depan,” tambahnya.
 

CIMB permudah proses pembiayaan mobil pertama

Program ini mencakup pajak jalan, perlindungan kehilangan total kendaraan, dan Takaful.

PvX dorong pembiayaan berbasis pendapatan untuk aplikasi konsumen

Persaingan yang dipicu AI diperkirakan mendorong kebutuhan modal pemasaran.

OCBC perluas akses wealth management berbasis digital

Mobile banking membawa layanan investasi ke lebih banyak masyarakat Indonesia.

Western Union ubah strategi pengiriman uang

Akuisisi Dash mendukung ekspansi ke layanan kredit, pembayaran, dan jasa keuangan konsumen lainnya.

Bank-bank Singapura uji cara baru untuk membebaskan kapasitas kredit

Sebagian besar bank di Asia Tenggara dinilai belum perlu mengikuti langkah ini, kata S&P Global.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.