, Indonesia
117 views
Photo by Hakan Dahlstrom via Flickr.

Laba bersih Citi Indonesia naik 52% menjadi $38,29 juta di Q1

Grup Klien Institusinya mencatat pertumbuhan pinjaman 2,5% selama kuartal tersebut.

Citibank Indonesia membukukan pendapatan bersih sebesar Rp569 miliar (lebih dari US$39,29 juta) di Q1, 52% lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal yang sama di 2022.

Pendapatan bunga bersih bank di seluruh Institutional Clients Group mendorong Citi untuk membukukan pendapatan yang lebih tinggi. ICG mencatat pertumbuhan pinjaman 2,5% di Q1, dibandingkan dengan tiga bulan pertama 2022.

Total aset juga tumbuh sebesar 14,4% menjadi Rp101,7t pada periode yang sama, terutama berkat kenaikan 14% pada simpanan pihak ketiga.

(US$1 = IDR14,860.25)

BNI jajaki pemanfaatan jejaring bisnis untuk menilai debitur usaha kecil

Bank melihat AI berpotensi lebih berguna untuk memantau debitur ketimbang menyetujui kredit.

Stablecoin berpotensi memecah sistem pembayaran Asia semakin terkotak-kotak

Sebanyak 44% profesional keuangan berpotensi menggunakan mata uang digital dalam dua tahun ke depan.

Maybank hemat US$9,56 juta lewat perubahan kecil pada proses kerja

Bank mengatakan inisiatif tersebut telah menghemat 2,17 juta hari kerja.

Bank Hong Kong masih tertekan kerugian properti seiring turunnya nilai aset

Pinjaman pengembangan dan investasi properti turun 15% sejak akhir 2022.

Sektor keuangan Singapura pertimbangkan agen AI di tengah celah tata kelola

Kerangka kerja yang diusulkan mengatur kendali atas tindakan kecerdasan buatan (AI) secara real-time.

Bank-bank kian fokus ke pasar regional seiring persaingan yang makin ketat

Cuma ada empat bank dari 20 bank terbesar dunia yang masih berstatus "global universal bank" pada 2025.

AI tingkatkan risiko fraud perbankan seiring celah kontrol yang dihadapi Australia

AUSTRAC menemukan potensi pinjaman fiktif senilai ratusan juta dolar.

Bank-bank Jepang beralih ke stablecoin demi pertahankan simpanan nasabah

Megabank berencana lakukan transaksi mata uang digital bersama pada Maret 2027.

UOB Hong Kong padukan layanan demi menangkan bisnis lintas negara

Bank ini bersiap mengejar pertumbuhan private banking yang lebih kuat menjelang 2030.