, APAC
1582 views
George Fong (Photo courtesy of the Bank of America)

Perusahaan kurangi penggunaan dokumen kertas, dorong percepatan transformasi trade finance

Onboarding yang cepat memungkinkan perusahaan beradaptasi lebih lincah saat perubahan tarif memaksa pergeseran pasar pemasok.

Treasurer korporasi di kawasan Asia-Pasifik kini mendorong penggunaan analitik, otomasi, dan pengurangan ketergantungan pada dokumen kertas dalam trade finance, di tengah meningkatnya ketidakpastian rantai pasok global akibat tensi geopolitik dan kebijakan tarif Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

“Dalam situasi saat ini, treasurer ingin fokus pada stabilitas, prediktabilitas, serta ketahanan kas,” kata George Fong, Managing Director sekaligus Head of Trade and Supply Chain Finance Asia-Pacific di Bank of America (BofA), kepada Asian Banking & Finance. Menurutnya, nasabah juga menginginkan data prediktif yang lebih kuat dan komprehensif untuk kebutuhan analitik.

Volatilitas akibat sengketa tarif membuat perusahaan semakin menyadari eksposur risiko lintas negara. Para treasurer mencari cara yang lebih cepat untuk menyesuaikan struktur pembiayaan ketika rantai pasok berubah. Salah satu prioritas utama adalah mengurangi ketergantungan pada dokumentasi berbasis kertas.

Perusahaan kini semakin banyak menggunakan standby letter of credit dan skema open account—mekanisme kredit yang memungkinkan barang dikirim sebelum pembayaran—dibandingkan instrumen tradisional yang sarat dokumen fisik.

“Kami menyediakan solusi untuk menghilangkan penggunaan kertas dalam proses pembayaran open account,” kata Fong dalam wawancara melalui Microsoft Teams.

Meski permintaan terhadap solusi digital terus meningkat, bank dan penyedia layanan dinilai belum sepenuhnya berhasil menghadirkannya. Upaya industri sebelumnya, seperti platform perdagangan digital Bolero pada akhir 1990-an dan Trade Services Utility milik SWIFT yang ditutup pada 2020, gagal mencapai adopsi luas.

Rekam jejak tersebut membuat banyak pelaku industri bersikap lebih hati-hati. “Banyak pihak di industri maupun rantai pasok memilih pendekatan wait and see karena pengalaman masa lalu,” ujar Fong.

Kawasan Asia-Pasifik juga menghadapi tantangan tambahan. Berbeda dengan Eropa yang memiliki regulasi lebih harmonis, kerangka hukum yang terfragmentasi di APAC membuat adopsi lintas negara menjadi lebih rumit.

Masalah interoperabilitas turut menjadi hambatan. Kolaborasi antara fintech dan bank kerap melahirkan “pulau digital” yang terisolasi dan tidak terhubung dengan sistem lain, sehingga memperlambat komersialisasi solusi digital.

Meski demikian, ekspektasi nasabah terus meningkat. Klien menginginkan data yang tersaji secara mulus melalui application programming interface (API), dan sebagian mulai bermitra dengan fintech untuk solusi spesifik, termasuk di sektor komoditas.

Kemudahan dan kecepatan implementasi kini menjadi faktor krusial. “Kami mampu melakukan onboarding 80 pemasok di China dan India hanya dalam waktu satu minggu,” kata Fong. Proses onboarding yang cepat memungkinkan perusahaan beradaptasi lebih fleksibel ketika tarif atau pembatasan perdagangan memaksa perubahan pasar pemasok.

Sebagai respons, BofA menghadirkan platform CashPro dan CashPro Trade yang membantu nasabah korporasi mengelola treasury, trade, dan kredit dalam satu sistem terintegrasi.

Platform tersebut mendukung berbagai fungsi, mulai dari pembayaran, penerimaan dana, likuiditas, investasi, valuta asing, hingga trade finance.

Bank juga bekerja sama dengan fintech untuk mendigitalisasi dan mengotomatisasi proses end-to-end serta memperluas solusi modal kerja bagi nasabah.

“Kami telah memulai proyek transformasi digital dalam beberapa tahun terakhir, dan proses ini akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan,” kata Fong. “Inisiatif ini akan menentukan sekaligus mentransformasi bisnis trade dan supply chain finance kami dalam beberapa tahun mendatang.”

CIMB permudah proses pembiayaan mobil pertama

Program ini mencakup pajak jalan, perlindungan kehilangan total kendaraan, dan Takaful.

PvX dorong pembiayaan berbasis pendapatan untuk aplikasi konsumen

Persaingan yang dipicu AI diperkirakan mendorong kebutuhan modal pemasaran.

OCBC perluas akses wealth management berbasis digital

Mobile banking membawa layanan investasi ke lebih banyak masyarakat Indonesia.

Western Union ubah strategi pengiriman uang

Akuisisi Dash mendukung ekspansi ke layanan kredit, pembayaran, dan jasa keuangan konsumen lainnya.

Bank-bank Singapura uji cara baru untuk membebaskan kapasitas kredit

Sebagian besar bank di Asia Tenggara dinilai belum perlu mengikuti langkah ini, kata S&P Global.

BofA: peran treasury bergeser ke advisory strategis

Klien-klien menahan lebih banyak likuiditas di Singapura di tengah ketidakpastian.

UKM China perluas jangkauan ke ASEAN melalui model digital-first

Barang konsumen, solusi digital, dan logistik mendorong ekspansi ke luar negeri.

Standard Chartered dan A*STAR bentuk laboratorium untuk perkuat wealth management dan lawan penipuan

Kerja sama senilai $11,7 juta dengan ASTAR ini menghadirkan 10 peneliti ASTAR untuk mengeksplorasi dukungan wealth management dan pengendalian penipuan.

Bank Singapura tingkatkan kehati-hatian dengan perketat perekrutan

Jumlah tenaga kerja di 15 lender hanya naik 0,005% pada 2025.

Meningkatnya IPO picu perekrutan karyawan bank di Hong Kong

Tenaga kerja di 15 lender turun 0,73% menjadi 74.