BTN perluas bisnis melampaui KPR ke ranah perbankan ritel
Wealth management menjadi bagian kunci dari transformasi ini.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah mempercepat transformasinya dari bank yang berfokus pada kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi bank konsumer yang lebih luas, seiring upaya diversifikasi pendapatan di luar pembiayaan perumahan.
"BTN tidak lagi memposisikan diri semata-mata sebagai bank pemberi kredit rumah. Kami sedang membangun bank yang tetap relevan mulai dari transaksi pertama nasabah hingga akumulasi kekayaan mereka dalam jangka panjang," ujar Wakil Direktur Utama Oni Febriarto Rahardjo kepada Asian Banking & Finance di sela sebuah acara di Surabaya pada Februari lalu.
"Kami sedang membangun bank yang tetap relevan mulai dari transaksi pertama nasabah hingga akumulasi kekayaan mereka dalam jangka panjang," tambahnya.
Oni mengatakan fokus bank pelat merah ini pada tahun ini adalah diversifikasi—memperluas produk, memperdalam relasi dengan nasabah, serta memungkinkan nasabah untuk bertransaksi, memperoleh pembiayaan, dan berinvestasi dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Ia menambahkan bahwa meningkatnya ekspektasi nasabah terhadap layanan keuangan yang lebih sederhana dan terintegrasi menjadi pendorong utama transformasi bank ini.
Wealth management menjadi bagian kunci dari pergeseran ini. Rully Setiawan, Direktur Jaringan dan Dana Ritel BTN, mengatakan bank menargetkan pertumbuhan 15% pada segmen ini tahun ini.
Pendapatan berbasis komisi (fee-based income) dari wealth management tumbuh 60% secara tahunan (year on year) hingga Desember 2025, sementara dana kelolaan (assets under management) mencatat pertumbuhan dua digit. BTN saat ini melayani sekitar 35.000 nasabah wealth management di seluruh Indonesia.
"Peningkatan fee-based income ini menunjukkan monetisasi platform wealth kami yang semakin kuat," kata Rully dalam wawancara terpisah. "Pertumbuhan ini didukung oleh perluasan produk dan keterlibatan advisory yang lebih mendalam."
Ekspansi ini menjadi bagian dari dorongan ritel yang lebih luas, mencakup kartu kredit, fasilitas buy now pay later, kredit kendaraan bermotor, hingga akses investasi digital.
Salah satu elemen kuncinya adalah Bale, aplikasi digital milik bank yang terus dikembangkan melampaui fungsi transaksi dasar.
"Bale berkembang melampaui sekadar aplikasi transaksi," kata Rully. "Aplikasi ini sedang bertransformasi menjadi gerbang keuangan yang komprehensif, mencakup perbankan harian, pembiayaan, dan akses investasi."
Penambahan fitur yang direncanakan termasuk skema cicilan emas serta layanan investasi lainnya yang bertujuan menjaga nasabah tetap berada dalam ekosistem bank.
Meski KPR tetap menjadi kekuatan utamanya, para eksekutif mengatakan pertumbuhan ke depan bergantung pada perluasan produk ritel.
"Wealth management bukanlah layanan yang berdiri sendiri," kata Rully. "Ini merupakan perkembangan alami seiring nasabah tumbuh bersama ekosistem BTN."
"Ambisi kami adalah menemani nasabah mulai dari membangun bisnis mereka hingga mengelola kekayaan mereka, memposisikan BTN sebagai mitra keuangan jangka panjang," tambahnya.