, Indonesia
359 views

Maybank Indonesia beralih ke strategi kredit yang lebih selektif

Bank yang tercatat di bursa ini ingin memastikan pertumbuhan tetap disiplin dan tangguh.

PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperketat strategi penyaluran kreditnya usai merampungkan program transformasi tiga tahunnya, beralih ke pertumbuhan kredit yang lebih selektif guna memperkuat neraca dan meningkatkan kualitas laba.

Pergeseran ini, yang dipaparkan dalam sesi taklimat pers di Jakarta pada Februari lalu, menandai peralihan dari ekspansi yang berorientasi volume menjadi pendekatan yang lebih disiplin dan berfokus pada relasi nasabah.

"Sepanjang 2025, kami berfokus pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan pendapatan kami, sembari tetap menjaga pengelolaan biaya yang disiplin dan pengendalian risiko yang kuat," ujar Direktur Utama Steffano Ridwan dalam jawaban tertulis melalui email atas pertanyaan yang diajukan.

Strategi ini diawali dengan penataan ulang portofolio korporasi bank yang tercatat di bursa ini. Tahun lalu, Maybank Indonesia, yang dimiliki oleh Malayan Banking Berhad asal Malaysia, memangkas sebagian eksposur global banking-nya, lalu mengalihkan modal tersebut ke segmen-segmen dengan konektivitas nasabah dan arus transaksi yang lebih kuat.

Total kredit turun 3,1% secara tahunan (year on year) menjadi $7,35 miliar, yang mengindikasikan laju pertumbuhan yang lebih terukur.

"Fokus kami adalah membangun relasi yang lebih kuat dan berjangka panjang dengan nasabah, sembari memastikan pertumbuhan kami tetap disiplin dan tangguh," kata Ridwan.

Bank ini memprioritaskan perusahaan domestik besar dan nasabah komersial, di mana penyaluran kredit dapat dipadukan dengan layanan transaction banking, treasury, dan wealth management guna memperdalam aliran pendapatan.

Dari sisi pendanaan, bank ini mengarahkan nasabahnya ke rekening operasional guna mendongkrak simpanan berbiaya rendah. Rasio giro dan tabungan (current and savings account/CASA) bank ini naik menjadi 57,6% pada akhir 2025, dari 52,9% setahun sebelumnya, didukung oleh meningkatnya aktivitas transaksional.

Platform digital menjadi penopang pergeseran ini. Nasabah korporasi memproses lebih dari lima juta transaksi perbankan daring, sementara transaksi ritel melampaui 30 juta transaksi sepanjang tahun lalu. Ridwan mengatakan keterlibatan digital menjadi inti dari model bisnis bank yang berorientasi relasi ini.

Pada saat yang sama, Maybank Indonesia juga memperluas eksposurnya ke sektor-sektor berkelanjutan. Pembiayaan yang terkait dengan proyek-proyek berorientasi lingkungan mencapai $1,26 miliar pada 2025, didorong oleh pertumbuhan di sektor transportasi hijau dan energi terbarukan.

Pergeseran portofolio ini juga turut memperbaiki kualitas aset, dengan rasio kredit bermasalah (gross bad loan ratio) turun menjadi 2,2%, dari 2,7% setahun sebelumnya.

Setelah merampungkan program transformasinya, bank ini kini menyelaraskan langkahnya dengan strategi jangka panjang grup yang berfokus pada pertumbuhan yang disiplin, perluasan kapabilitas digital, dan pembiayaan berkelanjutan di seluruh kawasan.

Dengan AI, Superbank melihat lebih dari sekadar skor kredit

Bank ini memantau model kreditnya untuk mendeteksi bias dan menjaga kinerja.

BNI jajaki pemanfaatan jejaring bisnis untuk menilai debitur usaha kecil

Bank melihat AI berpotensi lebih berguna untuk memantau debitur ketimbang menyetujui kredit.

Stablecoin berpotensi memecah sistem pembayaran Asia semakin terkotak-kotak

Sebanyak 44% profesional keuangan berpotensi menggunakan mata uang digital dalam dua tahun ke depan.

Maybank hemat US$9,56 juta lewat perubahan kecil pada proses kerja

Bank mengatakan inisiatif tersebut telah menghemat 2,17 juta hari kerja.

Bank Hong Kong masih tertekan kerugian properti seiring turunnya nilai aset

Pinjaman pengembangan dan investasi properti turun 15% sejak akhir 2022.

Sektor keuangan Singapura pertimbangkan agen AI di tengah celah tata kelola

Kerangka kerja yang diusulkan mengatur kendali atas tindakan kecerdasan buatan (AI) secara real-time.

Bank-bank kian fokus ke pasar regional seiring persaingan yang makin ketat

Cuma ada empat bank dari 20 bank terbesar dunia yang masih berstatus "global universal bank" pada 2025.

AI tingkatkan risiko fraud perbankan seiring celah kontrol yang dihadapi Australia

AUSTRAC menemukan potensi pinjaman fiktif senilai ratusan juta dolar.

Bank-bank Jepang beralih ke stablecoin demi pertahankan simpanan nasabah

Megabank berencana lakukan transaksi mata uang digital bersama pada Maret 2027.