, Philippines
1015 views
Photo from GCash.

GCash akan mempermudah pengecekan pembayaran untuk UKM

Platform fintech terbesar di Filipina ini menargetkan sektor ritel.

GCash for Business baru saja meluncurkan SoundPay, sebuah perangkat yang memberikan notifikasi suara kepada merchant saat pembayaran diterima, sehingga memastikan operasional yang lebih lancar bagi usaha kecil dan menengah (UKM).

"Saat ini, yang biasanya dilakukan orang adalah mereka harus mengambil ponsel untuk memeriksa apakah pembayaran sudah masuk," kata Jong Layug, head of GCash for Business, dalam wawancara dengan Asian Banking & Finance. "Dalam beberapa kasus, jika nasabah berada jauh dari kasir, staf harus bolak-balik untuk memverifikasi pembayaran, lalu kembali lagi ke mereka untuk memberikan struk."

Menurut platform fintech terbesar di Filipina itu, proses ini mengganggu layanan dan memakan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk melayani lebih banyak nasabah.

Layug mengatakan bahwa SoundPay mengatasi masalah ini dengan meningkatkan efisiensi operasional. “Di beberapa negara lain, sistem serupa telah mengintegrasikan kemampuan pembayaran berbasis suara ke dalam QR code, yang sebelumnya hanya dicetak di atas karton.”

GCash mengatakan bahwa SoundPay membantu mengurangi waktu antrean, dan para pengguna awal melaporkan peningkatan kecepatan layanan pada nasabah setelah mengintegrasikan perangkat ini.

“Sulit untuk mengukur penghematan waktu secara pasti, tetapi berdasarkan masukan dari para merchant, mereka menyukai perangkat ini dan semakin banyak yang memintanya,” kata Layug. “Meski sulit untuk dikalkulasikan, manfaatnya jelas terasa.”

GCash for Business tengah memperluas penggunaan SoundPay ke sektor layanan, termasuk industri makanan dan ritel. “Target utama kami adalah UKM, tetapi jika kami bisa menjangkau magtataho (penjual tahu sutra keliling), di mana dia bisa mengenakan perangkat ini seperti lanyard dan menjadikannya portabel, dia tidak perlu lagi membawa ponsel,” kata Layug.

Selain UKM, GCash juga bekerja sama dengan perusahaan besar, termasuk perusahaan minyak seperti Caltex, SeaOil, dan Unioil, untuk memperluas penggunaan SoundPay.

UKM dapat mendaftar untuk mendapatkan SoundPay melalui GCash for Business atau perwakilan di lokasi tanpa biaya tambahan. Perangkat ini disediakan gratis, meskipun Layug menyebutkan bahwa perusahaan mungkin akan mengenakan biaya di masa depan tergantung pada perkembangan teknologi.

Meskipun SoundPay dirancang agar mudah digunakan, Layug mengakui bahwa meningkatkan kesadaran dan mengedukasi UKM tentang cara menggunakannya masih menjadi tantangan. GCash for Business telah mengirimkan tim ke berbagai acara yang berfokus pada UKM untuk mendemonstrasikan cara kerja SoundPay serta paket layanan bisnis lainnya.

Ada  kendala infrastruktur dan finansial pula yang dapat memperlambat adopsi. Menurut Bank Dunia, hampir 50% desa di Filipina tidak memiliki layanan telekomunikasi swasta, sehingga akses data seluler menjadi terbatas.

Meskipun GCash memiliki sekitar 96 juta pengguna terdaftar, masih ada banyak penduduk dari total 116 juta jiwa di Filipina yang belum memiliki akses ke dompet digital atau layanan perbankan.

Layug juga mencatat bahwa beberapa merchant mengalami kesulitan memenuhi persyaratan untuk memperoleh paket layanan GCash for Business. 

Oleh karena itu, GCash bekerja sama dengan regulator untuk menyederhanakan persyaratan bagi UKM. Perusahaan telah bermitra dengan sekitar dua lusin pemerintah daerah untuk memberikan UKM dalam sesi pelatihan.

“Ketika melakukan hal ini, yang dibutuhkan merchant bukan hanya perangkat SoundPay. Bagi mereka, menerima pembayaran hanyalah satu bagian kecil dari proses bisnis mereka secara keseluruhan,” kata Layug.

Karena itu, GCash for Business juga berfokus pada pelatihan keterampilan bisnis dasar, seperti akuntansi, kepatuhan hukum, manajemen rantai pasok, dan pemasaran. Mereka bermitra dengan platform seperti Canva dan TikTok Shop untuk membantu merchant memasarkan produk mereka secara lebih efektif.

Selain itu, GCash for Business menargetkan bisnis informal yang belum terdaftar. “Tujuan kami selalu menjangkau semua orang,” kata  Layug. “Kami ingin membantu mempercepat pertumbuhan bisnis masyarakat Filipina, dan cara utama untuk melakukannya adalah dengan membantu mereka mendigitalisasi bisnis mereka.”

Follow the link s for more news on

Dengan AI, Superbank melihat lebih dari sekadar skor kredit

Bank ini memantau model kreditnya untuk mendeteksi bias dan menjaga kinerja.

BNI jajaki pemanfaatan jejaring bisnis untuk menilai debitur usaha kecil

Bank melihat AI berpotensi lebih berguna untuk memantau debitur ketimbang menyetujui kredit.

Stablecoin berpotensi memecah sistem pembayaran Asia semakin terkotak-kotak

Sebanyak 44% profesional keuangan berpotensi menggunakan mata uang digital dalam dua tahun ke depan.

Maybank hemat US$9,56 juta lewat perubahan kecil pada proses kerja

Bank mengatakan inisiatif tersebut telah menghemat 2,17 juta hari kerja.

Bank Hong Kong masih tertekan kerugian properti seiring turunnya nilai aset

Pinjaman pengembangan dan investasi properti turun 15% sejak akhir 2022.

Sektor keuangan Singapura pertimbangkan agen AI di tengah celah tata kelola

Kerangka kerja yang diusulkan mengatur kendali atas tindakan kecerdasan buatan (AI) secara real-time.

Bank-bank kian fokus ke pasar regional seiring persaingan yang makin ketat

Cuma ada empat bank dari 20 bank terbesar dunia yang masih berstatus "global universal bank" pada 2025.

AI tingkatkan risiko fraud perbankan seiring celah kontrol yang dihadapi Australia

AUSTRAC menemukan potensi pinjaman fiktif senilai ratusan juta dolar.

Bank-bank Jepang beralih ke stablecoin demi pertahankan simpanan nasabah

Megabank berencana lakukan transaksi mata uang digital bersama pada Maret 2027.