, Singapore
369 views
Photo by Fabio via Unsplash.

Menon: Singapura akan menguji coba penggunaan mata uang digital di bank sentral wholesale pada 2024

MAS juga akan meluncurkan GPRNT.AI, platform data ESG untuk lembaga keuangan.

Singapura akan menguji coba penerbitan dan penggunaan langsung mata uang digital bank sentral wholesaler pada tahun 2024, seperti yang diumumkan oleh pejabat di negara tersebut..

Berbicara dalam acara Singapore Fintech Festival Singapura pada 16 November, direktur manajemen MAS, Ravi Menon, mengatakan bahwa Otoritas Moneter Singapura (MAS) akan bermitra dengan bank-bank lokal untuk menguji coba penggunaan uang digital .

Selama uji coba, mata uang digital bank sentral (CBDC) akan digunakan untuk pembayaran domestik.

Bank-bank akan mengeluarkan tokenized bank liabilities melalui klaim dalam neraca. Konsumer atau nasabah retail kemudian dapat menggunakan kewajiban bank yang ditokenisasi tersebut dalam transaksi dengan pedagang, yang kemudian akan dikreditkan kepada bank-bank yang berpartisipasi.

CBDC tersebut, pada gilirannya, akan ditransfer dan dikreditkan secara otomatis kepada pedagang ketika transaksi.

Uang digital

Menon menegaskan pendiriannya dan Singapura terkait mata uang kripto yang diterbitkan secara pribadi, dia mengatakan bahwa penerbitan itu telah "gagal dalam uji coba uang digital." dan secara khusus mencatat fluktuasi harga dramatis dari kripto.

Di Maret, dua bank AS yang “paling bersahabat dengan mata uang kripto”—Signature Bank dan Silvergate Bank—mengalami kegagalan.

Oleh karena itu, dia memperjuangkan penggunaan CBDC wholesale dan tokenized bank liablilities.

"Saat ini itu dapat memainkan peran uang digital dan membantu mencapai atomic settlement," kata Menon, menambahkan bahwa hal ini sesuai dengan sistem keuangan dan uang saat ini.

Proyek Green Print

Menon juga membicarakan peluncuran GPRNT.AI atau Green Print.

Entitas ini, didukung oleh MAS, bank HSBC dan MUFG, serta perusahaan KPMG dan Microsoft, di mana mereka bertujuan mengumpulkan data dari Proyek Guardian Singapura dan juga untuk membuat platform yang dapat menyediakan data ESG yang baik.

"Tujuan kami adalah Green Print menjadi dasar bagaimana perusahaan melaporkan data ESG," kata Menon.

Dia juga menyatakan harapannya bahwa Green Print akan membantu mencapai tujuan net zero pada 2050.

Platform ini akan diluncurkan pada Februari 2024 dan akan berkembang secara bertahap sepanjang tahun.

Follow the link s for more news on

Dengan AI, Superbank melihat lebih dari sekadar skor kredit

Bank ini memantau model kreditnya untuk mendeteksi bias dan menjaga kinerja.

BNI jajaki pemanfaatan jejaring bisnis untuk menilai debitur usaha kecil

Bank melihat AI berpotensi lebih berguna untuk memantau debitur ketimbang menyetujui kredit.

Stablecoin berpotensi memecah sistem pembayaran Asia semakin terkotak-kotak

Sebanyak 44% profesional keuangan berpotensi menggunakan mata uang digital dalam dua tahun ke depan.

Maybank hemat US$9,56 juta lewat perubahan kecil pada proses kerja

Bank mengatakan inisiatif tersebut telah menghemat 2,17 juta hari kerja.

Bank Hong Kong masih tertekan kerugian properti seiring turunnya nilai aset

Pinjaman pengembangan dan investasi properti turun 15% sejak akhir 2022.

Sektor keuangan Singapura pertimbangkan agen AI di tengah celah tata kelola

Kerangka kerja yang diusulkan mengatur kendali atas tindakan kecerdasan buatan (AI) secara real-time.

Bank-bank kian fokus ke pasar regional seiring persaingan yang makin ketat

Cuma ada empat bank dari 20 bank terbesar dunia yang masih berstatus "global universal bank" pada 2025.

AI tingkatkan risiko fraud perbankan seiring celah kontrol yang dihadapi Australia

AUSTRAC menemukan potensi pinjaman fiktif senilai ratusan juta dolar.

Bank-bank Jepang beralih ke stablecoin demi pertahankan simpanan nasabah

Megabank berencana lakukan transaksi mata uang digital bersama pada Maret 2027.