Standard Chartered: Pemanfaatan AI yang cerdas lebih penting daripada teknologi tercanggih
Penilaian lingkungan berbasis AI dapat menghemat 5.000 jam kerja karyawan setiap tahun.
Bank sebaiknya memprioritaskan penerapan kecerdasan buatan (AI) yang praktis ketimbang model tercanggih untuk meningkatkan produktivitas, menurut Standard Chartered PLC.
Alvaro Garrido, Group Chief Information Officer bank tersebut, mengatakan kemudahan penggunaan dan integrasi lebih penting daripada peningkatan kinerja AI yang marginal.
Standard Chartered memperkirakan penilaian environmental, social, and governance (ESG) berbantuan AI dapat menghemat 5.000 jam kerja karyawan per tahun, sementara proses kredit otomatis mendukung 25.000 kasus.
Garrido memiliki pengalaman dua dekade di bidang teknologi, keamanan siber, dan operasional di BBVA, Nordea, dan sejumlah perusahaan lain. Ia kini mengawasi keputusan teknologi yang berdampak pada 86.000 karyawan. Menurutnya, generative AI saja tidak akan memberikan keunggulan kompetitif yang bertahan lama.
Berikut sisa wawancaranya:
Apa kesalahpahaman terbesar tentang bank Anda?
Anggapan bahwa Standard Chartered hanyalah bank yang beroperasi di satu negara. Memang kami berdomisili di Inggris, tetapi kami beroperasi di 55 pasar paling dinamis di dunia. Kekuatan kami adalah jaringan internasional yang unik. Seiring berkembangnya ekonomi global, nilai bisnis kami yang berbasis jaringan ini semakin jelas.
Tren teknologi perbankan mana yang terlalu dibesar-besarkan?
Ini pandangan yang provokatif, tetapi menurut saya tren yang paling dibesar-besarkan adalah keyakinan bahwa generative AI (GenAI) saja akan membedakan satu bank dari yang lain. Pada akhirnya, sebagian besar lembaga keuangan akan memiliki akses ke kemampuan AI yang serupa. Keunggulan kompetitif yang sesungguhnya datang dari data milik sendiri, transformasi proses, tata kelola, dan seberapa efektif AI ditanamkan dalam pengalaman nasabah dan karyawan. Bagi kami, AI adalah katalis, bukan pembeda. AI adalah alat untuk mencapai tujuan yang sederhana: membangun bank yang lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih efisien.
Lalu, tren mana yang justru kurang mendapat perhatian?
Perubahan preferensi nasabah akibat inovasi dan adopsi teknologi mempercepat disrupsi pada layanan keuangan tradisional, termasuk lewat aset digital, stablecoin, dan model pembiayaan alternatif. Namun yang kurang mendapat perhatian adalah kekuatan model bank kami untuk berinovasi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta memanfaatkan data, proses, tata kelola, ketahanan, dan kecerdasan kami untuk bersaing langsung dengan fintech dan pemain disruptif lainnya.
Apa risiko terbesar di pasar saat ini?
Ketidakpastian geopolitik dan fragmentasi ekonomi menciptakan kompleksitas, tetapi juga membuka peluang baru yang lebih beragam. Koridor perdagangan bergeser, dan arus modal bergerak dengan pola yang berbeda. Kekayaan tumbuh di pasar-pasar baru. Teknologi mengubah apa yang bisa kami lakukan dan cara kami melakukannya.
Di mana AI benar-benar berguna saat ini?
Kami sudah bertahun-tahun memakai machine learning tradisional untuk melawan ancaman siber dan fraud. Untuk GenAI, kami melihat nilai besar dalam peningkatan produktivitas karyawan, personalisasi layanan bagi nasabah, serta optimalisasi teknologi dan proses operasional.
Selain AI, teknologi apa yang sebaiknya tidak lagi dibiayai bank?
Integrasi khusus di sekeliling platform lama (legacy), penyimpanan data yang tumpang tindih, rekonsiliasi manual, solusi pelaporan taktis, dan perbaikan sementara yang akhirnya menjadi permanen. Masa depan kami adalah memperkuat inti sistem dengan memanfaatkan platform lintas fungsi, spesialisasi dalam skala besar, dan mendorong inovasi yang berfokus pada nasabah di lini terdepan.
Apa keputusan tersulit yang Anda ambil tahun ini?
Memilih solusi AI untuk para karyawan. Kemajuan teknologi dan kapabilitas digital, ditambah perubahan ekspektasi karyawan maupun nasabah, terus mentransformasi tempat kerja kami.
Bisa dijelaskan lebih lanjut? Faktor apa saja yang Anda pertimbangkan dalam memilih solusi yang tepat?
Salah satu alasan kami memilih Copilot dibandingkan opsi lain untuk AI dan paket produktivitas karyawan adalah karena sebagian besar daya komputasi kami sudah berjalan di Microsoft. Jadi transisinya sangat natural, baik dari sisi tata kelola, responsible AI, maupun risiko.
Banyak orang sangat terpaku pada frontier model. Padahal di level produktivitas, sering kali Anda tidak butuh tambahan performa 5% atau 10% itu. Yang dibutuhkan adalah pengalaman pengguna dan integrasi. Kami mencari keseimbangan antara pengalaman pengguna, kinerja, kecepatan menuju pasar (speed-to-market), risiko, dan responsible AI.
Pesaing atau pemain industri mana yang paling Anda kagumi?
Sebagai non-executive director di Mox Bank yang berbasis di Hong Kong, salah satu bank digital kami bersama Trust Bank di Singapura, saya memperhatikan para penantang yang berinvestasi pada teknologi keuangan yang disruptif. Saya mengamati Revolut, yang memosisikan diri bukan hanya sebagai bank digital, melainkan mesin distribusi yang utuh. Kecepatan produk, model “satu nasabah, banyak produk”, disiplin yang luar biasa pada pengalaman pengguna, dan budaya berbasis data adalah kualitas yang patut dikagumi.
Seperti apa industri perbankan lima tahun ke depan?
Dalam lima tahun, perbankan akan terlihat hampir sama di mata regulator, tetapi sangat berbeda bagi nasabah dan karyawan. Pemimpin pasar bukanlah bank dengan teknologi terbaik, melainkan bank yang memadukan neraca yang tepercaya, data yang unggul, operasional berbasis AI, dan distribusi berbasis ekosistem.
Pertanyaan apa yang Anda harap lebih sering diajukan jurnalis tentang industri perbankan?
Peran bank dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebagai bank “super-connector”, Standard Chartered berada di posisi yang baik di tengah dunia yang sedang mengalami transisi besar. Tren-tren ini justru sejalan dengan kekuatan kami, karena kami beroperasi di titik temu arus perdagangan, investasi, dan kekayaan, menghubungkan nasabah di berbagai pasar yang terus berkembang, sekaligus mendorong pertumbuhan yang pada gilirannya mengangkat komunitas tempat kami berada.